Akses Medan yang Sulit Hambat Pemadaman Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu


Senin, 10 Agustus 2026 - 12:25:29 WIB
Akses Medan yang Sulit Hambat Pemadaman Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu

RIAUIN.COM - Tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berpacu dengan waktu menembus medan sulit demi memadamkan api yang telah membakar 114 hektare lahan di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) hingga Minggu (9/8/2026). Kebakaran yang meluas ini melanda Kelurahan Kerumutan, Pelalawan, serta Desa Sungai Guntung Hilir, Inhu.

Di Kerumutan, api melahap sekitar 64 hektare lahan akasia liar dan telah berlangsung selama 11 hari. Petugas di lapangan harus berjuang melintasi jalur ekstrem untuk mencapai titik utama kebakaran.

"Untuk melangsir peralatan menggunakan kendaraan roda dua, petugas membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Sementara jika berjalan kaki, jarak menuju kepala api mencapai sekitar 1,5 kilometer," kata Kepala Daops Manggala Agni Rengat, Muhammad Sodik.

Guna mempercepat penanganan di Kerumutan, tim menerjunkan alat berat untuk membuka akses darat dan membuat sekat bakar. Sebanyak 19 embung buatan juga disiapkan di sekitar lokasi untuk memastikan ketersediaan sumber air bagi personel darat.

Sementara itu, kebakaran di Sungai Guntung Hilir, Inhu, telah berlangsung selama tujuh hari dan membakar sedikitnya 50 hektare lahan. Penanganan di wilayah ini tergolong krusial karena pergerakan api mulai mendekati kawasan hutan primer.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan tantangan besar yang dihadapi personel di lokasi tersebut.

"Bahan bakarnya padat, asap pekat, dan angin bertiup kencang. Kepala api juga sudah merangsek masuk ke arah hutan primer," ujar Ferdian Krisnanto.

Untuk menghentikan laju api di Inhu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan satu unit helikopter water bombing guna melakukan pemadaman udara di area yang tidak terjangkau jalur darat. Di saat bersamaan, alat berat tambahan terus digerakkan dari sisi barat ke utara untuk membuka jalan, membuat embung, dan menyisir jalur pemadam. (*)