Kondisi Sungai Kuantan saat Pacu Jalur Tepian Narosa tahun 2025 lalu. Airnya jernih.
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM— Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melayangkan surat permohonan bantuan penertiban pertambangan tanpa izin (PETI) kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Damasraya, Provinsi Sumatera Barat.
Langkah diplomasi antar-daerah ini diambil untuk menanggulangi kekeruhan air Sungai Kuantan menjelang helat Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026.
Surat berklasifikasi penting bernomor 100.2.1/TPK/1254 tertanggal 7 Agustus 2026 tersebut ditandatangani oleh Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin.
Surat itu ditujukan langsung kepada Bupati Sijunjung, Bupati Dharmasraya, Kapolres Sijunjung, serta Kapolres Dharmasraya, dengan tembusan kepada Gubernur Riau, Kapolda Riau, dan Ketua DPRD Kuansing.
Dalam surat tersebut, Plt. Bupati Kuansing menegaskan dua poin utama permohonan bantuan penertiban Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah tersebut.
Langkah bersurat ini diambil mengingat pelaksanaan kegiatan Event Nasional Festival Pacu Jalur Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Tahun 2026 yang akan dimulai pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Aktivitas tambang ilegal di kawasan hulu dinilai menjadi penyebab utama tingginya sedimentasi dan pekatnya warna air sungai di arena Tepian Narosa.
Penertiban di wilayah hulu menjadi penting lantaran operasi pembersihan yang dilakukan Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Kuansing selama sepekan terakhir belum membuahkan hasil optimal.
Aliran Sungai Kuantan merupakan satu kesatuan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhulu di Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Barat.
“Sudah sepekan ini polisi razia, sungai Kuantan tetap saja keruh,” ujar Riko warga Kuansing, Sabtu (8/8).
Penambangan emas liar di hulu membuat limbah lumpur terus terbawa arus hingga ke hilir. Kondisi air sungai yang keruh berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan para peserta Pacu Jalur.
Selain itu, pencemaran sungai juga mengancam kebersihan pasokan air untuk proyek irigasi pertanian di wilayah setempat.
Isu lingkungan ini mencuri perhatian publik di tengah persiapan penataan arena dan kabar rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut informasi yang beredar, berkemungkinan Kepala Negara Indonesia itu akan hadir menjelang pembukaan Festival Pacu Jalur 2026 sekaligus meresmikan program Sekolah Rakyat dan proyek irigasi nasional.
Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026, Pemkab Kuansing masih menunggu respons dan langkah penindakan berskala besar dari jajaran pemerintah daerah serta kepolisian di Sijunjung dan Dharmasraya, Provinsi Sumnatera Barat. (***)