Mangkrak Tiga Bulan, Pemko Pekanbaru Buka Peluang Putus Kontrak Pengelola Pasar Bawah


Sabtu, 08 Agustus 2026 - 19:04:29 WIB
Mangkrak Tiga Bulan, Pemko Pekanbaru Buka Peluang Putus Kontrak Pengelola Pasar Bawah

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap mengambil langkah tegas terhadap PT Ali Akbar Sejahtera menyusul terhentinya proyek pembenahan Pasar Bawah selama tiga bulan terakhir. Pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk memutus kerja sama dan mengambil alih pengelolaan ikon wisata belanja khas Riau tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin menyampaikan, pembahasan resmi mengenai nasib pengelola dan kepastian kelanjutan proyek akan digelar pada pekan depan. Pihaknya berencana memanggil seluruh pemangku kepentingan guna menentukan arah kebijakan pengelolaan pasar bersejarah di Bumi Lancang Kuning tersebut.

"Terkait Pasar Bawah, Pak walikota sudah memberi perintah untuk segera melakukan pembahasan," kata Zulhelmi Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Langkah evaluasi ini diambil setelah pihak pengelola mengabaikan surat peringatan kedua yang dilayangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru hingga batas waktu yang ditentukan habis. Ketidakmampuan mitra swasta menyelesaikan revitalisasi yang berjalan sejak 2023 menjadi pertimbangan utama pemutusan kontrak.

Zulhelmi Arifin menegaskan bahwa forum pertemuan tersebut akan melibatkan seluruh elemen pedagang yang terdampak langsung oleh keterlambatan pengerjaan.

"Seluruh pedagang di Pasar Bawah akan kami undang, kami undang semua nanti. Begitu juga dengan pihak lainnya," ujar Zulhelmi Arifin.

Di sisi lain, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menaruh perhatian serius atas belum adanya kepastian penataan pusat perdagangan legendaris Pekanbaru ini. Pemerintah Kota Pekanbaru kini tengah merumuskan opsi cadangan agar roda perekonomian pedagang tidak terganggu lebih lama.

"Pemko Pekanbaru bahkan menyiapkan sejumlah opsi, termasuk kemungkinan mengambil alih pengelolaan pasar apabila kontrak dengan pihak pengelola dihentikan," tutur Agung Nugroho. -Juh