Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap


Jumat, 07 Agustus 2026 - 12:01:27 WIB
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap

RIAUIN.COM - Bentang alam pesisir Provinsi Riau kembali menjadi arena rawan konflik antara manusia dan satwa bebas. Ancaman serangan predator terpapar nyata saat seekor buaya muara sepanjang tiga meter mendadak naik ke daratan dan merangsek ke area pemukiman di Desa Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (7/8/2026).

Langkah agresif reptil air asin tersebut sempat memicu kepanikan massal ketika berusaha mengejar beberapa penduduk yang sedang melintas di jalan setapak desa sekitar pukul 09.00 WIB.

"Kemunculannya sangat mendadak dari arah Sungai Undan. Warga sempat berlarian karena buaya itu bergerak cepat dan terlihat agresif menargetkan orang di sekitarnya," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat, Aris, Jumat.

Keberanian kolektif warga akhirnya membuahkan hasil. Dengan bermodalkan tali tebal dan kayu, belasan penduduk mengepung lalu melumpuhkan mulut serta pergerakan sang predator sebelum memakan korban jiwa.

Proses pemindahan satwa lindung tersebut memakan waktu yang cukup lama akibat kendala geografis wilayah perairan Riau selatan. Usai dilumpuhkan, buaya diikat di atas perahu motor pompong untuk menyeberangi aliran sungai menuju Pulau Kijang.

Dari titik Pulau Kijang, penanganan diambil alih melalui jalur darat untuk membawa buaya tersebut menuju pusat pemerintahan kabupaten di Tembilahan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir Junaidi Ismail mengonfirmasi bahwa personelnya telah disiagakan penuh untuk mengamankan satwa tersebut begitu tiba di markas komando.

"Laporan yang kami terima menegaskan buaya sempat mengejar warga sebelum akhirnya bisa dikuasai. Saat ini tim siap sedia menerima serah terima satwa untuk penanganan tahap berikutnya," kata Junaidi Ismail.

Ia menambahkan, panjangnya jarak tempuh evakuasi membutuhkan koordinasi ketat agar kondisi fisik satwa tidak stres atau mati di jalan.

"Perjalanan laut memakai pompong sampai Pulau Kijang, lalu dilanjutkan armada darat ke Tembilahan dengan memakan waktu sekitar tiga jam perjalanan," tutur Junaidi Ismail.

Wilayah Indragiri Hilir yang didominasi ekosistem rawa dan ceruk sungai sempit memang dikenal sebagai basis habitat alami buaya muara di Riau. Perubahan kondisi pasang surut air serta menyempitnya ruang jelajah diduga kuat menjadi pemicu utama satwa bertaring ini nekad mendekati permukiman penduduk.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengimbau seluruh masyarakat pesisir Riau agar menahan diri dari tindakan main hakim sendiri jika menemukan satwa liar berbahaya, serta segera berkoordinasi dengan otoritas terkait demi keselamatan bersama. (*)