Plt Bupati Kuansing H Mukhlisin menyambut kedatangan Menteri PU Dody Hanggodo di Kuansing berapa waktu lalu
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM- Sejak menjabat Wakil Bupati hingga dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin gencar melobi Jakarta. Kedekatan kultur hingga komunikasi yang cair memuluskan kucuran dana APBN, mengamankan proyek Sekolah Rakyat ratusan miliar rupiah, alokasi irigasi Rp101 miliar, hingga wacana tol Pekanbaru–Kuansing.
Aspal hitam melapis mulus jalan Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pertengahan pekan lalu. Proses pengerasannya kilat: rampung hanya dalam satu malam menggunakan kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tak jauh dari situ, sebuah bangunan rumah permanen sedang dibangun bukti dedikasikan bagi warga lokal yang lahannya tergeser oleh penataan area panggung peresmian irigasi nasional.
Pemandangan di Pulau Komang pada Selasa, 4 Agustus 2026, itu menandai kedatangan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Kuansing. Mengusung agenda utama ketahanan pangan, kedatangan Dody memboyong kucuran anggaran dan janji proyek fisik bernilai fantastis ke wilayah selatan Riau ini.
Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan kelompok tani, Dody menegaskan komitmen Jakarta untuk membedah jaringan irigasi di Kuansing.
"Kami melihat potensi pertanian di Kuansing ini sangat besar dan masih bisa dikembangkan. Karena itu akan dibangun infrastruktur pendukungnya," ujar Dody saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp101 miliar dari APBN 2026 untuk membangun 56 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta rehabilitasi sarana irigasi di Kuansing. Proyek infrastruktur pengairan ini sedang berada dalam tahap proses lelang di Kementerian PU.
Penetapan 56 titik JIAT tersebut tersebar merata di 11 kecamatan, mencakup Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman, hingga Cerenti. Paket ini juga mencakup rehabilitasi irigasi di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.
Kucuran dana ini melanjutkan program Instruksi Presiden (Inpres) 2025 dari Kementerian PU yang sebelumnya telah merealisasikan 39 titik JIAT dan 7 titik rehabilitasi irigasi di Kuansing.
Langkah masif ini menjadi angin segar yang memantik optimisme baru di kalangan petani Teluk Kuantan. Selama bertahun-tahun, persoalan klasik yang terus mencekik produktivitas pasokan pangan daerah adalah masalah pasokan air yang tak kunjung mengalir ke petak-petak sawah.
Akibat minimnya tangkapan dan distribusi air, ribuan hektar lahan potensial kerap meranggas saat kemarau atau terpaksa mengandalkan sistem tadah hujan yang tak pasti.
Dengan terbangunnya puluhan sumber air baru dan perbaikan sarana irigasi mendasar ini, dahaga lahan pertanian Kuansing dipastikan terobati. Pengairan yang terjamin menjadi titik balik bagi ambisi besar daerah ini: merealisasikan cita-cita lama menjadikan Kuansing sebagai sentra swasembada beras utama di Riau.
Dody pun berharap penyediaan infrastruktur air tanah ini menjadi fondasi utama dalam menghadapi ancaman kemarau panjang sekaligus mendongkrak hasil produksi petani menuju kemandirian pangan daerah secara berkelanjutan.
Tak berhenti pada urusan pengairan, Kementerian PU mengumandangkan rencana pengkajian pembangunan ruas Jalan Tol Pekanbaru–Kuansing. Jalur bebas hambatan ini dirancang untuk mempercepat distribusi hasil komoditas pertanian sekaligus menyokong akses transportasi menuju perhelatan budaya tahunan festival Pacu Jalur.
Dody juga menyoroti kapasitas jalan nasional Pekanbaru–Teluk Kuantan yang sempit dan kerap tergerus lalu lalang truk over dimension over loading (ODOL).
Di balik melimpahnya dana pusat yang mengalir ke Kuansing, ada rekam jejak diplomasi anggaran yang agresif dari H. Mukhlisin. Kejelian melobi Jakarta sejatinya telah ia tancapkan sejak masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kuansing, sebelum akhirnya menahkodai daerah ini sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.
Kecakapan Mukhlisin menembus jaringan kementerian pusat teruji saat ia sukses mengamankan alokasi anggaran proyek pembangunan Sekolah Rakyat senilai lebih dari Rp200 miliar dari APBN sewaktu menduduki posisi Wakil Bupati. Proyek ini memegang peranan strategis karena menjadi satu-satunya kompleks Sekolah Rakyat yang didirikan oleh pemerintah pusat di wilayah Provinsi Riau pada tahun 2026.
Langkah politis Mukhlisin ditunjang oleh pendekatan kultural. Mukhlisin, yang memiliki garis keturunan Jawa Timur—latar belakang asal yang sama dengan Menteri PU Dody Hanggodo—mampu memanfaatkan kesamaan kultur ini untuk membangun dialog yang cair tanpa mengurangi bobot substansi usulan daerah. Kedekatan komunikasi tersebut melapangkan jalan pembahasan program-program strategis nasional di Kuansing.
Rantai diplomasi itu berlanjut mulus ketika Mukhlisin dipercaya menjadi Plt Bupati. Baru sekitar satu bulan menjabat sebagai pimpinan tertinggi di Kuansing, ia kembali menggebrak dengan mengarahkan perhatian Kementerian PU ke wilayahnya untuk meloloskan paket irigasi Rp101 miliar.
"Pembangunannya akan menelan dana sekitar Rp101 miliar lebih, semuanya dana APBN. Kalau kita tak punya dana segitu, makanya kita terus mengusulkan ke pusat," kata Mukhlisin.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kuansing, Muradi, mengonfirmasi bahwa respons cepat dari kementerian merupakan hasil dari strategi komunikasi yang dibangun pimpinannya.
"Semua ini bisa kita dapatkan berkat komunikasi yang dibangun oleh Plt Bupati dengan pemerintah pusat," tutur Muradi kepada riauin.com.
Sikap akomodatif Jakarta terhadap Kuansing memicu perhatian di lingkup pemerintahan daerah Riau. Ketika daerah lain kerap tertahan oleh birokrasi anggaran pusat yang berbelit, Kuansing justru berhasil mengeksekusi pengaspalan jalan APBN dalam hitungan hari pasca-koordinasi dan mengamankan alokasi dana pengairan hingga ratusan miliar rupiah.
Manufaktur diplomasi Mukhlisin—dari masa jabatannya sebagai Wakil Bupati hingga Plt Bupati—tak pelak mengubah konstelasi prioritas pembangunan di Riau. Bagi publik Kuansing, kedatangan Dody Hanggodo beserta deretan paket proyeknya menjadi penanda bahwa arus pembangunan pusat kini tengah mengalir deras ke Teluk Kuantan. (***)