Tekan Bencana Karhutla, Riau Semai 11.000 Kilogram Garam di Langit 7 Kabupaten


Kamis, 06 Agustus 2026 - 17:50:50 WIB
Tekan Bencana Karhutla, Riau Semai 11.000 Kilogram Garam di Langit 7 Kabupaten

RIAUIN.COM - Upaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau terus dipacu melalui rekayasa cuaca. Sebanyak 11 ton garam dapur atau NaCl disebar ke kawasan awan potensial guna memicu hujan buatan di sejumlah daerah rawan.

Penyemaian bahan semai ini berlangsung sepanjang 30 Juli sampai 5 Agustus 2026. Misi udara tersebut memanfaatkan armada pesawat Cessna Caravan PK-SNM dengan total durasi mengudara mencapai 24 jam 34 menit yang terbagi dalam 11 kali penerbangan.

Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau M Edy Afrizal mengungkapkan bahwa intervensi teknologi ini berhasil mendatangkan hujan berintensitas ringan hingga sedang di titik-titik rawan.

"Penyemaian awan difokuskan ke wilayah yang mulai mengering dan sulit dijangkau. Hasilnya cukup efektif memicu curah hujan sehingga meminimalkan potensi timbulnya titik api baru," ujar M Edy Afrizal, Kamis (6/8/2026).

Pada penerbangan hari terakhir, operasional udara menyasar kawasan Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Indragiri Hulu, serta sebagian Rokan Hilir. Langkah ini diperkuat oleh pemantauan armada helikopter dari BNPB yang menyiagakan satu unit pesawat patroli dan lima unit helikopter pengebom air (waterbombing).

Keberadaan armada pemadam udara ini dialokasikan khusus untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses jalur darat. Saat ini, konsentrasi pemadaman tertuju pada kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan serta area Sungai Guntung di Kabupaten Indragiri Hulu.

Di sisi lain, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan sisa kebakaran di Teluk Kiambang serta Kelurahan Kerumutan di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Untuk area Desa Mak Teduh di Pelalawan, kobaran api utama sudah berhasil dipadamkan. Namun, personel di lapangan tetap melakukan pendinginan karena masih muncul asap tipis dari dalam tanah guna mencegah api membesar kembali," kata M Edy Afrizal menambahkan.

Operasi penanggulangan karhutla di Riau mengandalkan kerja sama erat antara personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, tim RPK perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Pemantauan titik panas (firespot) terus dilakukan secara berkala demi memastikan kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat maupun wilayah perkotaan. (Bil)