RIAUIN.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengintai wilayah Provinsi Riau. Meski sebagian wilayah berpeluang diguyur hujan lokal, ancaman karhutla belum sepenuhnya mereda seiring masih ditemukannya puluhan titik panas (hotspot) yang mendominasi kawasan pesisir dan wilayah daratan Riau, Selasa (4/8/2026).
Pusat sebaran titik panas di Riau saat ini didominasi oleh dua daerah tetangga, yakni Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu. Kedua wilayah tersebut menyumbang porsi terbesar dari total 39 hotspot yang terpantau di seluruh Bumi Lancang Kuning.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Ranti Kurniati menjelaskan bahwa konsentrasi hotspot terparah berada di wilayah tengah dan selatan Riau.
"Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Riau hari ini. Masing-masing wilayah mendeteksi 16 titik panas," kata Ranti Kurniati di Pekanbaru, Selasa.
Selain Pelalawan dan Indragiri Hulu, sebaran titik panas lainnya juga ditemukan di sejumlah daerah. BMKG mendeteksi empat titik berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, serta masing-masing satu titik terpantau di Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Kondisi Riau ini menjadi bagian dari maraknya kemunculan titik panas di kawasan regional. BMKG mencatat total titik panas di Pulau Sumatera telah menembus angka 274 titik, dengan sebaran tertinggi berada di Sumatera Selatan sebanyak 139 titik, disusul Bangka Belitung 36 titik, dan Riau di posisi ketiga dengan 39 titik.
Meskipun sebaran hotspot masih tergolong marak, kondisi atmosfer di Riau sebenarnya masih menyimpan potensi pembentukan awan hujan secara spot-spot atau lokal. Wilayah Kuantan Singingi dan Bengkalis berpeluang disapa hujan ringan hingga sedang sejak pagi hari.
"Untuk siang sampai sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang bergeser ke wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Rokan Hulu. Sedangkan pada malam hingga dini hari, hujan diperkirakan hanya menyisa di sebagian Rokan Hilir," tutur Ranti Kurniati.
Adapun kondisi suhu udara di Riau berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55–100 persen. Tiupan angin berhembus dari timur laut ke tenggara pada kecepatan 10–30 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang perairan relatif aman di kisaran 0,5–1,25 meter.
Mengingat tingginya angka hotspot di tengah cuaca yang bervariasi, pihak meteorologi mengingatkan warga dan pihak perusahaan agar tidak memanfaatkan kondisi cuaca untuk pembersihan lahan secara sembarangan.
"Masyarakat dan seluruh pihak diimbau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan terhadap karhutla harus tetap ditingkatkan mengingat jumlah titik panas di Riau masih cukup tinggi," ujar Ranti Kurniati. (Bil)