RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau mendorong restrukturisasi dan modernisasi tata kelola koperasi agar mampu masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif serta berbasis digital. Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab tantangan perubahan ekonomi global sekaligus menarik minat generasi muda di daerah.
Upaya pengembangan tersebut ditandai dengan penyerahan piagam apresiasi kepada 10 unit koperasi lintas kabupaten dan kota di Riau. Penghargaan diserahkan langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam upacara di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (3/8/2026).
Penetapan penerima penghargaan tersebut dituangkan melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor:Kpts/533/VII/2026. Penilaian utamanya berpatokan pada kedisiplinan pengurus dalam menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 secara akuntabel dan tepat waktu.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan pentingnya perubahan wujud dan performa koperasi di daerah agar tidak tertinggal oleh arus digitalisasi bisnis.
"Melalui apresiasi ini, koperasi generasi muda diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dalam sektor ekonomi kreatif dan digital. Ini menjadi wajah baru koperasi di Riau yang menguasai teknologi serta menjadi penggerak investasi," kata SF Hariyanto.
Menurut dia, akuntabilitas dan efisiensi manajemen merupakan syarat mutlak agar lembaga keuangan rakyat ini tetap memiliki daya saing yang tinggi.
"Di tengah perubahan ekonomi global, koperasi harus semakin sehat, proporsional, transparan, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Mari kita perkuat tata kelola dan semangat gotong royong," ujarnya.
Akses Permodalan Jadi Kendala
Kendati mengapresiasi langkah pemprov, sejumlah pelaku usaha koperasi di lapangan masih mengeluhkan terbatasnya akses pemodalan untuk pengembangan unit usaha.
Ketua Koperasi Konsumen Syariah Surya Gemilang Sejahtera Asman Hasanuddin menyatakan bahwa kepatuhan menyusun laporan keuangan tahunan tepat waktu merupakan komitmen internal organisasi. Kendati demikian, sokongan finansial dari pemerintah daerah tetap dinantikan.
"Alhamdulillah kami sangat senang dengan penghargaan ini. Namun, karena koperasi kami termasuk baru, kendala utama yang dihadapi adalah sisi permodalan. Kami berharap ada perhatian pinjaman dari pemda agar bisa berbuat lebih banyak," kata Asman Hasanuddin.
Ia menambahkan, ketergantungan pada iuran pokok dan wajib anggota belum mencukupi untuk ekspansi bisnis yang lebih luas di Riau. Oleh karena itu, skema bantuan modal atau fasilitasi pembiayaan sangat dibutuhkan oleh para pengurus di daerah.
Adapun sepuluh entitas usaha yang menerima apresiasi tersebut mencakup Koperasi Konsumen Primer Kartika Dharmagati XIX Tuanku Tambusai Pekanbaru, Koperasi Konsumen Syariah Surya Gemilang Sejahtera Kampar, Koperasi Simpan Pinjam Kasih Sejahtera Pekanbaru, Koperasi Produsen Swadaya Mas Bersama Pekanbaru, dan Koperasi Simpan Pinjam Estu Karya Kop-Eska Pekanbaru.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam Kredit Union Bersama Bengkalis, Koperasi Simpan Pinjam Cipta Karya Indragiri Hulu, Koperasi Produsen Cakrabuana Rokan Hilir Jaya, Koperasi Jasa Semangat Baru Riau Dumai, serta Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Amanah Riau Indragiri Hulu. (Bil)