Ternak Warga Diserang, BBKSDA Riau Terjunkan Tim Sisir Jejak Harimau di Indragiri Hilir


Kamis, 30 Juli 2026 - 12:04:22 WIB
Ternak Warga Diserang, BBKSDA Riau Terjunkan Tim Sisir Jejak Harimau di Indragiri Hilir

RIAUIN.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerjunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk memetakan keberadaan harimau sumatera yang meneror pemukiman warga di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Rabu (29/7/2026).

Langkah tanggap darurat ini diambil usai konflik satwa meluas setelah seekor harimau kedapatan memangsa hewan ternak milik penduduk setempat pada Jumat (24/7/2026).

Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono menyampaikan, penyisiran di areal perkebunan warga yang didampingi aparat Polsek Pulau Burung dan pemerintah desa berhasil mendeteksi keberadaan si raja hutan dari jejak fisik yang masih baru.

"Hasil identifikasi di lokasi, petugas menemukan jejak baru yang diduga berasal dari harimau sumatera dengan ukuran telapak kaki panjang 14 sentimeter dan lebar 13 sentimeter," kata Supartono saat dikonfirmasi, Rabu.

Guna mengantisipasi kembalinya satwa karnivora tersebut ke area pemukiman, teknologi pemantauan jarak jauh mulai dikerahkan di titik-titik rawan.

"Untuk memastikan arah pergerakan satwa, tim memasang kamera jebakan dan melakukan pemantauan udara menggunakan drone di sekitar lokasi," ujar Supartono.

Selain melakukan pemantauan teknis, tim gabungan juga menginstruksikan warga agar mengubah pola pemeliharaan hewan ternak guna memutus rantai pemicu munculnya harimau. Petugas mengimbau masyarakat untuk mengandangkan sapi maupun kambing mereka serta memanfaatkan alat pembuang suara untuk mitigasi mandiri.

"Tim menyarankan masyarakat menggunakan meriam spiritus sebagai salah satu cara menghalau satwa tersebut agar kembali ke habitat alaminya tanpa melukainya," tutur Supartono.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudyatmoko menegaskan pentingnya menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati di tanah Melayu Riau. Ia mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan main hakim sendiri yang berpotensi melukai satwa langka tersebut.

"Harimau sumatera adalah satwa kunci sekaligus kebanggaan Pulau Sumatera. Mari kita jaga alam beserta isinya demi kesejahteraan masyarakat," kata Satyawan.

Ia menginstruksikan warga yang melihat pergerakan satwa bergaris jingga-hitam itu agar segera mengontak saluran siaga BBKSDA Riau atau kepolisian terdekat.

"Apabila melihat atau mengetahui keberadaan harimau sumatera, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujar Satyawan. (Bil)