Siswa di Inhil Dialihkan Belajar Daring Setelah Harimau Sumatera Mangsa Ternak dan Masuk Pemukiman


Senin, 27 Juli 2026 - 17:52:15 WIB
Siswa di Inhil Dialihkan Belajar Daring Setelah Harimau Sumatera Mangsa Ternak dan Masuk Pemukiman

RIAUIN.COM - Konflik antara manusia dan satwa dilindungi kembali memuncak di Provinsi Riau. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa meliburkan aktivitas tatap muka di sekolah dan mengalihkannya ke sistem jarak jauh setelah seekor harimau Sumatera masuk ke kawasan pemukiman warga pada Senin (27/7/2026).

Langkah antisipasi tersebut diambil demi meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa anak-anak dan tenaga pengajar di area terdampak.

Ancaman predator puncak ini mulai dirasakan intensif oleh penduduk Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, sejak beberapa hari terakhir. Kekhawatiran warga kian menjadi setelah ditemukannya jejak telapak kaki satwa tersebut di dekat rumah-rumah penduduk, disusul insiden penerkaman seekor sapi warga hingga mengalami luka parah di bagian kaki.

Situasi tersebut membuat aktivitas perekonomian dan kemasyarakatan di wilayah tersebut lumpuh. Sebagian besar warga memilih tidak keluar rumah, sehingga suasana pemukiman menjadi sepi.

Kepala Desa Sungai Danai Halim menyebutkan bahwa pihaknya sudah berkirim surat kepada pihak berwenang di tingkat provinsi agar penanganan di lapangan bisa segera dilakukan.

"Kemunculan harimau di Desa Sungai Danai memang sangat meresahkan dan menjadi perhatian utama kami saat ini. Kami mengimbau seluruh warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak demi menjaga keselamatan bersama. Pihak desa juga sudah melayangkan surat resmi ke BKSDA Provinsi Riau agar tim penanganan konflik satwa segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi," kata Halim saat dikonfirmasi.

Merespons kondisi darurat tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir langsung mengambil tindakan dengan mengeluarkan instruksi penyesuaian proses belajar mengajar. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan yang berada di area rawan interaksi negatif satwa liar tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Abdul Rasyid menegaskan bahwa seluruh siswa serta staf pengajar dibebaskan dari kewajiban hadir di sekolah sampai situasi di lapangan dinilai kondusif oleh tim ahli.

"Kami telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Desa Sungai Danai untuk siswa, guru, hingga tenaga kependidikan dari kehadiran fisik. Kegiatan belajar mengajar tatap muka resmi dihentikan sementara dan dialihkan secara penuh ke sistem daring dari rumah masing-masing. Langkah ini diambil demi keselamatan bersama hingga situasi dinyatakan benar-benar aman," ujar Abdul Rasyid.

Saat ini, aparat desa bersama warga setempat masih terus bersiaga sembari menunggu kedatangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau untuk mengamankan serta mengevakuasi harimau Sumatera tersebut kembali ke habitat aslinya. (Bil)