RIAUIN.COM – PT PLN (Persero) bergerak cepat mengamankan keandalan sistem kelistrikan menyusul kebakaran lahan di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Seputih Banyak–Menggala, Provinsi Lampung, pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Berkat kesigapan personel Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang, potensi gangguan berhasil ditangani dalam waktu kurang dari dua jam. Pada pukul 17.54 WIB, Sirkit 2 SUTT 150 kV Seputih Banyak–Menggala berhasil dinyalakan kembali dan beroperasi normal, sehingga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga.
Kebakaran vegetasi terjadi di area bentang atau span Tower 199 hingga Tower 210 dan sempat mengancam jaringan transmisi yang menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan di wilayah Lampung. Begitu menerima laporan, personel PLN langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan jaringan, memantau kondisi peralatan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam proses pemadaman kebakaran.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto, menyampaikan bahwa kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran terhadap sistem kelistrikan.
"Begitu menerima laporan, personel PLN langsung bergerak ke lokasi dan melakukan langkah-langkah pengamanan. Berkat kesiapsiagaan tim serta kolaborasi seluruh pihak, hanya dalam waktu kurang dari dua jam, Sirkit 2 SUTT Seputih Banyak–Menggala dapat kembali dioperasikan secara normal sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga," ujar Elvanto.
Elvanto turut menyampaikan apresiasi kepada tim UPT Tanjung Karang serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
"Kami mengapresiasi gerak cepat tim UPT Tanjung Karang yang berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulang Bawang, manajemen PT SIL, jajaran TNI AU, serta Polres Tulang Bawang. Sinergi dan aksi sigap seluruh pihak mampu memitigasi potensi gangguan yang lebih luas terhadap sistem kelistrikan," katanya.
Sebagai langkah antisipatif, PLN UIP3B Sumatera memperkuat pengamanan di sepanjang jalur transmisi dengan menempatkan unit mobil pemadam kebakaran dalam kondisi siaga di titik-titik rawan. Selain itu, PLN meningkatkan patroli setiap dua jam oleh Petugas Ground Patrol (PGP) bersama TNI AU serta memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung dan BPBD kabupaten setempat dalam pemetaan serta mitigasi risiko kebakaran lahan.
Elvanto juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga keandalan pasokan listrik dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar ruang bebas atau Right of Way (ROW) jaringan transmisi.
"Pembakaran lahan maupun tindakan lalai, seperti membuang puntung rokok sembarangan, dapat memicu kebakaran yang mengancam jaringan transmisi dan berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan aset kelistrikan demi keandalan listrik yang kita nikmati bersama," tambahnya.
PLN mengingatkan bahwa jaringan SUTT merupakan objek vital nasional yang berperan penting dalam menyalurkan energi listrik untuk kepentingan masyarakat luas. Pemilik lahan dan pengguna jalan yang berada di sekitar jalur transmisi diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran.
Masyarakat yang melihat potensi kebakaran atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur transmisi diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang setempat atau melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. - rls