BMKG Catat Hotspot di Riau Turun Jadi 3 Titik, Cuaca Terik dan Berawan Masih Mendominasi


Senin, 27 Juli 2026 - 08:58:26 WIB
BMKG Catat Hotspot di Riau Turun Jadi 3 Titik, Cuaca Terik dan Berawan Masih Mendominasi

Ilustrasi

RIAUIN.COM - Titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Riau terdeteksi melandai hingga tersisa tiga titik pada awal pekan ini. Meski demikian, kondisi cuaca secara umum masih didominasi terik dan berawan dengan suhu udara maksimum mencapai 34 derajat celsius.

Berdasarkan data pemantauan satelit hingga Minggu malam, tiga titik panas di Riau tersebar masing-masing di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, dan Indragiri Hilir. Jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan total 169 titik panas yang terdeteksi di seluruh Pulau Sumatera.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Indah DN, menyampaikan bahwa meski tutupan awan mulai membendung gelombang panas di beberapa tempat, potensi hujan yang muncul masih bersifat sangat lokal dan berdurasi singkat.

"Untuk siang hingga sore hari, presipitasi ringan berpotensi basahi sebagian area Rokan Hulu, Kampar, serta Pelalawan. Potensi serupa bergeser ke Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru pada malam hari," kata Indah DN di Pekanbaru, Senin (27/7/2026).

Indah DN menambahkan bahwa wilayah pesisir seperti Kota Dumai dan Rokan Hilir juga berpeluang mengalami gerimis hingga dini hari. Namun, secara umum tidak ada sinyal bahaya ekstrem yang dikeluarkan untuk seluruh wilayah kabupaten dan kota di Riau.

"Suhu udara hari ini bergerak di rentang 23 sampai 34 derajat celsius dengan kelembapan mencapai 55 hingga 98 persen. Kecepatan angin bertiup sedang dari tenggara ke barat daya rata-rata 10 hingga 30 kilometer per jam," ujar Indah DN.

Kondisi perairan di sekitar wilayah Riau juga dilaporkan sangat mendukung aktivitas transportasi laut. Ketinggian gelombang laut diprediksi hanya berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter yang masuk dalam kategori aman untuk pelayaran.

Guna mengantisipasi dinamika cuaca yang cepat berubah di musim peralihan ini, warga yang beraktivitas di luar ruangan tetap diminta menjaga kondisi fisik dan mewaspadai potensi timbulnya titik api baru.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tanggap terhadap dinamika cuaca lokal yang kerap berubah mendadak," tutur Indah DN. (Bil)