Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru


Rabu, 22 Juli 2026 - 18:57:54 WIB
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru

RIAUIN.COM - Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau menyiapkan proyek jembatan layang kelima di Kota Pekanbaru guna mengatasi kemacetan kronis di kawasan barat Bumi Lancang Kuning. Pembangunan fisik flyover di persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 2027.

Langkah percepatan penanganan arus kendaraan di titik krusial perbatasan Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru itu dimatangkan dalam pemaparan rancangan visual secara digital pada Rabu (22/7/2026) di Pekanbaru. Presentasi rencana pembangunan disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto beserta jajaran pemerintah daerah setempat.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara menjelaskan bahwa keberadaan jembatan layang ini diproyeksikan menjadi jawaban atas tingginya beban volume kendaraan lintas kabupaten dan provinsi yang kerap tertahan di Simpang Panam.

"Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan," kata Yohanis Tulak Todingrara saat memaparkan materi ekspos.

Proyek infrastruktur bernilai strategis bagi konektivitas Riau ini sepenuhnya dibiayai anggaran pendapatan dan belanja negara. Berdasarkan dokumen teknis dan Surat Penetapan Lokasi dari Pemerintah Provinsi Riau, bentang penanganan jalan mencapai panjang 644 meter dengan lebar area 40 meter yang membujur lurus di atas ruas Jalan HR Soebrantas.

Kehadiran flyover Simpang Panam bakal melengkapi empat struktur jembatan layang yang sebelumnya telah beroperasi di ibu kota Provinsi Riau, seperti di persimpangan Jalan Sudirman–Tuanku Tambusai, Jalan Sudirman–Imam Munandar, Jalan Soekarno Hatta–Tuanku Tambusai, serta Jalan Soekarno Hatta–HR Soebrantas.

Selain mengedepankan fungsi teknis lalu lintas, infrastruktur penyeberangan baru ini dirancang dengan memasukkan identitas estetika daerah. Pemprov Riau bersama BPJN melibatkan para budayawan lokal untuk menentukan ragam hias dan ornamen khas Melayu pada badan jembatan.

"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," ujar Yohanis Tulak Todingrara menambahkan. (Bil)