Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027


Rabu, 22 Juli 2026 - 14:49:07 WIB
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menargetkan pembebasan lahan untuk proyek flyover Simpang Panam rampung paling lambat pada akhir 2026. Kepastian penuntasan ganti rugi tanah tersebut menjadi kunci agar pengerjaan fisik simpang susun senilai miliaran rupiah itu dapat bergulir pada 2027 mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto usai melihat langsung pemaparan rancangan teknis bangunan penyeberangan tersebut di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (22/7/2026).

"Untuk pembebasan lahan akan kita tuntaskan, paling lama akhir tahun 2026. Kalau ada permasalahan, akan kita bahas langsung ke pusat untuk pengurusannya agar target tahun 2027 pembangunan sudah bisa dimulai," kata SF Hariyanto.

Kawasan perbatasan antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Penumpukan kendaraan kerap terjadi dari arah Jalan HR Soebrantas menuju Kabupaten Kampar, maupun dari koridor Jalan Garuda Sakti menuju Jalan Kubang Raya.

Guna mengurai benang kusut lalu lintas tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau telah menyiapkan skema rekayasa jalan yang akan ditopang oleh struktur flyover sepanjang 644 meter. Berdasarkan Penetapan Lokasi yang diterbitkan Pemprov Riau, total lebar penanganan area proyek ini mencapai 40 meter.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau Yohanis Tulak Todingrara memaparkan, pergerakan kendaraan kelak akan diatur lebih sistematis. Arus lalu lintas dari Jalan HR Soebrantas ke arah Kampar yang berbelok ke kiri dapat langsung melaju tanpa hambatan, sedangkan armada yang hendak berbelok ke kanan bakal diatur melalui marka serta rambu lalu lintas khusus.

Pola serupa diterapkan untuk arus kendaraan dari arah perbatasan Kampar yang hendak mengarah ke Garuda Sakti. Pemisahan jalur ini diyakini mampu menekan potensi simpangan konflik antarkendaraan secara signifikan.

Selain berfokus pada kelancaran arus logistik dan mobilitas warga, infrastruktur ini dirancang sekaligus sebagai penanda wilayah (landmark) baru bagi Bumi Lancang Kuning. Unsur arsitektur lokal bakal disuntikkan pada badan dan pilar flyover.

"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," ujar Yohanis.

Pemprov Riau berharap kolaborasi erat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BPJN Riau dapat terus berjalan solid hingga seluruh tahap konstruksi selesai diserahterimakan.

"Harapan ke depannya, kolaborasi daerah dan pusat ini bisa untuk membangun Provinsi Riau lebih baik," ujar SF Hariyanto. (Bil)