Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional


Senin, 20 Juli 2026 - 18:59:37 WIB
Realisasi Cek Kesehatan Gratis Baru 18,5 Persen, Pemprov Riau Kejar Target Nasional

RIAUIN.COM - Capaian program Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Riau hingga akhir Triwulan I tahun 2026 tercatat baru menyentuh angka 18,5 persen. Guna mengejar target nasional sebesar 46 persen pada akhir tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau menggencarkan pemeriksaan medis secara menyeluruh, diawali dari jajaran aparatur sipil negara hingga masyarakat umum.

Pelaksanaan layanan kesehatan massal tersebut digelar di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (20/7/2026). Pemeriksaan menyasar pegawai di sejumlah instansi vital, antara lain Sekretariat Daerah, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Perkebunan.

Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa percepatan penjangkauan ini dilakukan untuk memangkas hambatan pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendeteksi risiko penyakit warga sejak dini.

"Hari ini kita melakukan cek kesehatan gratis bersama pegawai. Ini adalah bentuk dukungan kita terhadap Asta Cita bapak Presiden RI di bidang kesehatan," ujar SF Hariyanto di sela peninjauan pemeriksaan medis tersebut, Senin.

SF Hariyanto menegaskan, masyarakat tidak perlu risau dengan urusan birokrasi yang membebankan ketika hendak mengakses pemeriksaan medis ini. Layanan telah disiapkan secara cuma-cuma di seluruh wilayah Riau tanpa persyaratan administrasi yang rumit.

Warga yang hendak memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan hanya perlu mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama terdekat dengan menunjukkan dokumen kependudukan resmi.

"Masyarakat bisa datang langsung ke Puskesmas terdekat dengan membawa KTP atau KK. Ada 243 puskesmas di Riau yang melayani ini," kata SF Hariyanto.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau memproyeksikan skema jemput bola ke instansi pemerintah dan fasilitas publik secara berkala. Evaluasi berkelanjutan bakal diterapkan demi memastikan seluruh Puskesmas di 12 kabupaten dan kota dapat memenuhi kuota sasaran jaminan kesehatan nasional tepat waktu. (Bil)