Riau Tawarkan Kolaborasi Mitigasi Karhutla dan Restorasi Gambut ke Singapura


Jumat, 17 Juli 2026 - 14:57:49 WIB
Riau Tawarkan Kolaborasi Mitigasi Karhutla dan Restorasi Gambut ke Singapura

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau berupaya mengikis stigma negatif terkait bencana kabut asap di mata masyarakat internasional. Melalui sosialisasi program pembangunan berkelanjutan "Riau Hijau", pemerintah daerah membidik peluang investasi lingkungan sekaligus mempererat kerja sama mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan negara tetangga.

Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Helmi D dengan Ketua Singapore Institute of International Affairs (SIIA) Simon Tay di Pekanbaru, Jumat (17/7/2026). Pertemuan ini fokus pada kolaborasi riset dan edukasi publik global mengenai komitmen penataan lingkungan di Sumatra.

Helmi D menjelaskan bahwa Riau memegang peran krusial dalam target netralitas karbon nasional pada 2060 karena memiliki sekitar 4,9 juta hektare lahan gambut. Kawasan gambut yang mencakup lebih dari 40 persen daratan provinsi ini tidak hanya menjadi benteng penyimpanan karbon bumi, tetapi juga habitat bagi satwa langka yang dilindungi seperti gajah dan harimau sumatra.

"Kerja sama edukasi ini sangat penting untuk mengikis stigma negatif di masyarakat Singapura mengenai kebakaran hutan di Riau. Kita ingin menunjukkan bahwa Riau sudah memiliki langkah konkret melalui program Riau Hijau," ujar Helmi D saat ditemui usai audiensi di Kantor Gubernur Riau, Jumat.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif lembaga internasional seperti SIIA yang juga bermitra dengan sektor swasta seperti April Group (RAPP) sangat membantu penguatan mitigasi bencana jangka panjang. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ruang hidup masyarakat lokal sekaligus mengembalikan reputasi positif wilayah Riau di tingkat regional.

Sementara itu, Ketua SIIA Simon Tay mengapresiasi kerangka kerja penanggulangan karhutla dan restorasi lahan yang telah berjalan di Riau. Menurut dia, pemahaman publik di Singapura mengenai dinamika penyelamatan lingkungan di Sumatra perlu diperluas agar upaya yang sudah dilakukan pemerintah daerah mendapat apresiasi yang layak.

"Kami ingin menghubungkan inisiatif nyata seperti Riau Hijau ini dengan para investor hijau di tingkat regional. Masyarakat Singapura perlu tahu bahwa ada upaya serius dari pemerintah daerah di Indonesia untuk mencegah kebakaran hutan," kata Simon Tay.

Melalui kemitraan penulisan hasil riset dan kampanye lingkungan ke depan, program penyelamatan gambut yang didukung standar REDD+ PBB di Riau diharapkan mampu menarik lebih banyak pendanaan internasional untuk mendukung ekonomi hijau di daerah. (Bil)