Kembangkan Wisata Rumbai Timur, Pemko Pekanbaru Tata Batas Sempadan Lahan Warga


Jumat, 17 Juli 2026 - 09:39:36 WIB
Kembangkan Wisata Rumbai Timur, Pemko Pekanbaru Tata Batas Sempadan Lahan Warga

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memetakan kawasan lindung di sekitar destinasi wisata air Kecamatan Rumbai Timur untuk pembangunan infrastruktur baru. Warga yang memiliki lahan di sepanjang sempadan sungai dan danau diimbau untuk berkolaborasi, terutama terkait rencana pembukaan jalan inspeksi penunjang pariwisata.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut setelah menjadi pembicara dalam diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) di Aula Mal Pelayanan Publik Pekanbaru, Kamis (16/7/2026). Diskusi yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau ini menyoroti tata kelola terintegrasi untuk wisata berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

Menurut Ingot Ahmad Hutasuhut, langkah awal yang mendesak adalah memberikan pemahaman regulasi batas ruang kepada masyarakat di sekitar objek wisata, seperti Danau Bandar Kayangan dan Pulau Semut. Pemerintah daerah perlu mempertegas zona yang mutlak dilindungi dan area yang dapat dikembangkan secara komersial.

"Tadi kita sudah diskusi dengan para pengelola tempat wisata. Ada beberapa hal yang akan dilakukan ke depannya. Pertama, kita tentu melakukan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu terkait dengan garis sempadan sungai ataupun danau," kata Ingot Ahmad Hutasuhut.

Pengaturan batas ruang ini menjadi krusial karena Pemerintah Kota Pekanbaru tengah merancang proyek jalan inspeksi di sekeliling Danau Buatan. Akses jalan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi interkoneksi objek wisata di Kelurahan Limbungan dan Okura, yang selama ini aksesnya masih terbatas.

Keberhasilan proyek infrastruktur hijau ini sangat bergantung pada kerelaan pemilik lahan di sekitar kawasan perairan untuk tidak mendirikan bangunan di zona terlarang. Pemerintah berharap pendekatan persuasif dapat memicu partisipasi aktif warga Riau dalam menata kampung wisata mereka.

"Itu yang harus kita dudukkan, kita sosialisasikan kepada masyarakat dengan harapan masyarakat-masyarakat pemilik lahan di sekitar danau itu bisa dia ikut serta berkolaborasi. Nah, itu harus kita awali dengan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat," ujar Ingot Ahmad Hutasuhut menambahkan. (Bil)