Inhu Jadi Penyumbang Hotspot Terbanyak, 8 Titik Panas Terdeteksi di Riau


Rabu, 15 Juli 2026 - 09:13:53 WIB
Inhu Jadi Penyumbang Hotspot Terbanyak, 8 Titik Panas Terdeteksi di Riau

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan delapan titik panas atau hotspot yang tersebar di lima wilayah kabupaten di Provinsi Riau pada Rabu (15/7/2026). Dari seluruh wilayah tersebut, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah yang menyumbang jumlah titik panas paling banyak.

Kemunculan indikator kebakaran hutan dan lahan ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang didominasi oleh udara kabur serta terik berawan di sebagian besar wilayah Bumi Lancang Kuning.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir P menjelaskan, berdasarkan pantauan satelit hingga menjelang tengah malam, total titik panas di seluruh Pulau Sumatera mencapai 242 titik. Wilayah bagian selatan, seperti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, masih menjadi pusat konsentrasi utama, sedangkan Riau mendeteksi delapan titik yang tersebar.

"Sementara itu, Provinsi Riau sendiri mendeteksi adanya 8 titik panas yang tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak di Riau," kata Yasir di Pekanbaru, Rabu siang.

Secara rinci, sebaran delapan titik panas di Riau meliputi tiga titik di Kabupaten Indragiri Hulu, dua titik di Siak, serta masing-masing satu titik di Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Bengkalis.

Meski potensi kemudahan terbakar di beberapa area meningkat akibat suhu udara yang berkisar antara 23 hingga 34 derajat celsius, sejumlah daerah di Riau masih berpeluang diguyur hujan. Namun, intensitas hujan yang turun diprediksi hanya berada pada kategori ringan dan bersifat lokal.

"Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprediksi cerah berawan hingga berawan. Namun, tetap ada potensi hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Kepulauan Meranti," ujar Yasir menambahkan.

Pada malam hingga dini hari, kondisi udara kabur diperkirakan kembali menyelimuti wilayah Riau dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara itu, untuk aktivitas di sektor maritim, BMKG menyatakan kondisi perairan di sekitar Riau masih relatif aman untuk jalur pelayaran dan nelayan karena nihilnya indikasi cuaca ekstrem. Ketinggian gelombang laut di perairan Riau diprediksi hanya berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter atau masuk dalam kategori rendah. (Bil)