Konflik Satwa di Riau Meluas, Dua Perangkap Harimau Ditempatkan di Pelalawan


Senin, 13 Juli 2026 - 19:01:55 WIB
Konflik Satwa di Riau Meluas, Dua Perangkap Harimau Ditempatkan di Pelalawan

RIAUIN.COM - Konflik antara manusia dan satwa liar di Provinsi Riau kembali memakan korban jiwa dalam waktu kurang dari sepekan. Seorang pekerja hutan tanaman industri di Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan, ditemukan tewas setelah diterkam harimau sumatera, Sabtu (11/7/2026). Peristiwa ini memperpanjang catatan kelam degradasi ruang jelajah satwa yang memicu harimau keluar dari habitat alaminya.

Korban bernama Eko Prasetyo (29) diduga diserang saat beraktivitas di luar area barak (camp) pada Jumat (10/7/2026) malam. Berdasarkan pemeriksaan fisik, korban mengalami luka fatal di bagian leher serta kaki akibat serangan predator tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Laskar Jaya Permana membenarkan bahwa lokasi kejadian merupakan area rawan konflik. Jarak tempat kejadian kedua ini hanya terpaut sekitar 6,5 kilometer dari lokasi hilangnya nyawa seorang anak pada awal Juli lalu.

"Korban diduga diterkam harimau saat keluar dari camp pada malam hari," ujar Laskar saat memberikan keterangan pers di Pekanbaru, Senin (13/7/2026).

Menyikapi eskalasi pemukiman pekerja yang masuk dalam wilayah jelajah satwa, otoritas konservasi bergerak cepat dengan melakukan lokalisasi area. Sejak akhir pekan, tim gabungan telah diterjunkan untuk memasang dua unit kandang jebak di sekitar barak pekerja guna mengevakuasi satwa tersebut demi keselamatan bersama.

Dari hasil identifikasi awal melalui ukuran tapak kaki dan karakteristik pola serang, harimau jantan berusia sekitar tiga tahun itu disinyalir merupakan individu yang sama dengan pelaku penyerangan pada Selasa (7/7/2026). Saat itu, seorang bocah berinisial JZ (12) tewas diterkam di dekat fasilitas sanitasi barak saat kondisi gelap gulita.

"Kesimpulan sementara diperoleh dari hasil pemeriksaan jejak di lapangan yang memiliki ukuran dan karakteristik yang sama. Namun, identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan apakah benar individu yang sama," kata Laskar menjelaskan dinamika pelacakan di lapangan.

Pihak BBKSDA Riau kini mengeluarkan imbauan ketat kepada seluruh perusahaan pemegang konsesi hutan tanaman industri di Pelalawan untuk membatasi aktivitas pekerja di luar ruangan pada malam hari. Langkah mitigasi jangka panjang juga tengah dievaluasi mengingat tumpang tindihnya kawasan produktivitas manusia dengan koridor pergerakan harimau sumatera di daratan Riau. (Bil)