Tim Gabungan Riau Jinakkan Kebakaran Lahan Sawit di Kubu Rohil


Senin, 13 Juli 2026 - 12:04:37 WIB
Tim Gabungan Riau Jinakkan Kebakaran Lahan Sawit di Kubu Rohil

RIAUIN.COM - Upaya kesiapsiagaan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali diuji. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur penanggulangan bencana bergerak cepat melokalisasi kobaran api yang menghanguskan sedikitnya dua hektar perkebunan kelapa sawit milik warga di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Jumat (10/7/2026).

Langkah taktis memprioritaskan penahanan laju api ini berhasil mencegah dampak kerugian ekonomi yang lebih besar bagi sektor perkebunan rakyat di wilayah tersebut. Kebakaran sempat memicu kekhawatiran karena titik api muncul di tengah kepungan semak belukar yang mengering akibat cuaca ekstrem.

"Kami bersama seluruh unsur terus berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, kobaran api berhasil dikendalikan," ujar Camat Kubu Syafrizal saat memimpin langsung koordinasi darurat di lokasi kebakaran pada Jumat siang.

Peristiwa ini bermula ketika kepulan asap tebal tiba-tiba membubung dari kawasan RT 26/RW 12, Dusun Mulia, Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya, Pulau Putri. Vegetasi bawah yang sangat kering membuat material yang mudah terbakar langsung menyambar area tanaman kelapa sawit di sekitarnya.

Menyikapi laporan cepat dari warga setempat, operasi pemadaman terpadu langsung diluncurkan. Kekuatan personel yang dikerahkan meliputi jajaran Pemerintah Kecamatan Kubu, TNI, Polri, serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kekuatan lini depan pemadaman diperkuat oleh Manggala Agni yang menerjunkan 10 personel penjinak api, disusul oleh sokongan lima personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rokan Hilir. Sinergi antardepartemen ini menjadi kunci lokalisasi api secara cepat sebelum vegetasi gambut atau lahan di sekitarnya ikut merembet.

Syafrizal menegaskan bahwa kendati lidah api utama sudah tidak lagi terlihat, tim gabungan menolak untuk langsung meninggalkan area penugasan. Fokus kerja di lapangan kini beralih pada tahap krusial untuk memastikan kestabilan struktur tanah yang sempat terbakar.

"Proses pendinginan akan terus dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di lokasi kebakaran," tutur Syafrizal menjelaskan langkah antisipasi penanganan lanjutan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, area bekas kebakaran masih terus disisir guna mengeliminasi potensi munculnya titik api sekunder mengingat embusan angin dan suhu udara yang relatif tinggi.

Di sisi lain, kepastian mengenai pemicu awal dari bencana skala lokal ini masih berada dalam penanganan intensif pihak berwajib. Aparat kepolisian setempat telah turun ke lapangan untuk memulai proses penyelidikan mendalam guna mengumpulkan bukti-bukti otentik.

Rangkaian penyelidikan ini diarahkan untuk memetakan secara pasti apakah peristiwa yang merugikan produktivitas sawit warga ini murni disebabkan oleh faktor anomali alam atau terdapat indikasi kelalaian dari aktivitas manusia. Kesiapsiagaan masyarakat Riau secara umum kini terus ditingkatkan guna melaporkan setiap indikasi kepulan asap sedini mungkin. (*)