RIAUIN.COM - Aktivitas industri di Kota Dumai menjadi motor utama lonjakan kedatangan warga negara asing ke Provinsi Riau. Kedatangan para tenaga kerja asing untuk agenda perawatan kilang minyak tersebut berdampak signifikan pada catatan arus masuk imigrasi setempat.
Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat arus masuk wisatawan mancanegara pada Mei 2026 menyentuh angka 31.747 kunjungan. Jumlah tersebut memperlihatkan pertumbuhan sebesar 24,68 persen apabila disandingkan dengan catatan pada April 2026 yang hanya mencapai 25.462 kunjungan.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Asep Riyadi mengungkapkan bahwa pergerakan positif ini dipicu oleh agenda korporasi berskala besar di sektor minyak dan gas. Salah satunya adalah proyek perawatan fasilitas kilang yang menyerap banyak pekerja internasional.
"Kenaikan kunjungan pada Mei 2026 ini tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas di Kota Dumai, khususnya pelaksanaan Turn Around Pertamina yang berlangsung sejak awal bulan. Agenda ini melibatkan ribuan tenaga kerja, termasuk para tenaga kerja asing," kata Asep Riyadi di Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026).
Asep Riyadi menambahkan, jika dihitung secara tahunan, performa arus kedatangan warga asing ke Bumi Lancang Kuning ini melesat hingga 35,33 persen dibandingkan dengan periode Mei 2025. Pengaruh proyek industri ini terlihat sangat dominan pada pintu masuk utama imigrasi Riau yang mencatatkan lonjakan hingga 59,44 persen secara bulanan.
Dari total pelancong internasional yang melewati gerbang utama imigrasi tersebut, sebanyak 7.505 orang terdata melintas. Komposisinya bergerak seimbang di dua jalur, yakni 53,67 persen menggunakan moda transportasi udara dan 46,33 persen memilih jalur laut.
Khusus untuk gerbang udara, jumlah kedatangan menyentuh 4.028 kunjungan. Angka ini melonjak 40,45 persen dari bulan sebelumnya atau tumbuh 22,92 persen dibandingkan dengan Mei tahun lalu.
Meskipun kedatangan pekerja asing di Dumai menjadi pendorong utama lonjakan, secara umum demografi asal negara masih dikuasai oleh negara tetangga. Warga negara Malaysia tetap menjadi kelompok yang paling banyak berkunjung ke Riau.
"Wisman asal Malaysia masih mendominasi dengan 15.940 kunjungan atau sekitar 50,21 persen dari total keseluruhan," ujar Asep Riyadi.
Setelah Malaysia, kantong-kantong asal negara bergeser ke Tiongkok dengan 3.002 kunjungan, disusul Filipina sebanyak 1.921 kunjungan, Singapura sebanyak 1.269 kunjungan, dan India sebanyak 983 kunjungan.
Selain didominasi oleh negara-negara Asia, pergerakan dinamis juga ditunjukkan oleh kedatangan dari belahan bumi barat. BPS mencatat arus kedatangan warga berkebangsaan Amerika Serikat menjadi yang tertinggi pertumbuhan bulannya, yakni melesat 72 persen jika dibandingkan dengan April 2026. Tren pertumbuhan ini kemudian diikuti oleh kedatangan warga negara Inggris yang meningkat sebesar 59,96 persen. -Juh