Jalur Laut Riau Masih Rawan, Sabu 8 Kilogram Asal Malaysia Diselundupkan Lewat Bengkalis


Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:25:59 WIB
Jalur Laut Riau Masih Rawan, Sabu 8 Kilogram Asal Malaysia Diselundupkan Lewat Bengkalis

RIAUIN.COM - Wilayah pesisir Provinsi Riau kembali menjadi pintu masuk utama penyelundupan narkotika jaringan internasional dari Malaysia. Kepolisian Resor Bengkalis menyita sedikitnya 8 kilogram sabu yang dibawa oleh tiga pemuda dari jaringan tersebut, Jumat (10/7/2026).

Maraknya penyelundupan di kawasan ini menegaskan bahwa garis pantai Riau masih menjadi titik rawan yang terus dimanfaatkan oleh sindikat barang haram lintas negara. Tiga tersangka yang ditangkap berinisial DT (23), F (21), dan A (22). Mereka diduga kuat dikendalikan oleh bandar besar dari luar negeri untuk mengedarkan sabu ke sejumlah wilayah di Riau.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari penelusuran intensif di kawasan pesisir Desa Bantan. Wilayah perairan di daerah tersebut selama ini dikenal memiliki banyak jalur tikus yang terhubung langsung dengan Selat Malaka.

"Kami menerima informasi mengenai adanya pasokan narkoba dalam jumlah besar yang baru saja mendarat di wilayah Bantan. Anggota langsung bergerak melakukan pelacakan secara maraton ke beberapa titik," ujar Fahrian saat memberikan konfirmasi di Bengkalis, Jumat.

Pengejaran yang dilakukan tim Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis ini meluas hingga ke pusat ibu kota provinsi. Petugas membuntuti pergerakan para tersangka yang berusaha mendistribusikan narkoba tersebut ke luar pulau Bengkalis.

Satu tersangka berinisial DT disergap saat berada di dalam mobil di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan. Di dalam kendaraan tersebut, polisi menemukan delapan bungkus besar sabu yang disembunyikan dalam kemasan khusus untuk mengelabui petugas.

"Setelah DT kami amankan, tim langsung melakukan pengembangan secara serentak ke Kota Pekanbaru, tepatnya di area sekitar Pasar Buah, untuk memutus rantai distribusinya," kata Fahrian.

Dari nyanyian DT, polisi bergerak cepat memburu jaringan lainnya yang masih bersembunyi di Pulau Bengkalis. Operasi penindakan ini berakhir di Desa Senggoro, di mana petugas meringkus dua tersangka lain, yaitu F dan A, tanpa perlawanan berarti.

Selain menyita 8 kilogram sabu, polisi juga mengamankan beberapa paket pil ekstasi, satu unit mobil, satu unit sepeda motor, serta sejumlah ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengendali di Malaysia.

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami jalur masuk penyeberangan yang digunakan para tersangka. Fahrian meminta masyarakat Riau, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk lebih peka terhadap aktivitas kapal atau orang asing yang mencurigakan di lingkungan mereka.

"Kami butuh kerja sama semua pihak untuk mempersempit ruang gerak jaringan ini. Warga bisa melaporkan langsung jika melihat pergerakan mencurigakan melalui jalur pengaduan Call Center 110," ucapnya. (Bil)