Populasi Buaya Tinggi, Warga Rohil Diminta Waspada Usai Nelayan Tewas Diterkam


Jumat, 10 Juli 2026 - 17:52:46 WIB
Populasi Buaya Tinggi, Warga Rohil Diminta Waspada Usai Nelayan Tewas Diterkam

RIAUIN.COM - Kepolisian Resor Rokan Hilir, Riau, memperingatkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya konflik fatal antara manusia dan satwa liar. Kawasan perairan di wilayah tersebut dikenal memiliki populasi buaya yang cukup padat sehingga rawan memicu insiden serupa.

Langkah antisipasi ini diambil setelah seorang nelayan tradisional asal Dusun Harapan Jadi, Abdul Aziz, meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu pada Rabu (8/7/2026). Pria berusia 43 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari akibat luka parah setelah diterkam buaya di Sungai Manosib, Kecamatan Bangko Pusako.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan tradisional yang kerap beraktivitas menangkap ikan di sepanjang perairan Sungai Rokan dan anak sungainya agar meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan kondisi sekitar sebelum turun ke air, sebab aliran sungai kita ini memang memiliki populasi buaya yang cukup padat," kata Kepala Seksi Humas Polres Rokan Hilir Ipda Didi Sofyan pada Jumat (10/7/2026).

Ipda Didi Sofyan menambahkan, pihak kepolisian kini tengah bersinergi dengan pemerintah kecamatan setempat. Langkah ini dilakukan guna memperluas jangkauan sosialisasi keselamatan bagi warga yang menggantungkan hidupnya di sepanjang aliran sungai.

Peristiwa yang menimpa korban terjadi pada Senin (6/7/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban tengah memasang bubu jaring ikan di area sungai yang berkedalaman sepinggang orang dewasa. Secara mendadak, seekor buaya menyerang dan sempat menyeret korban ke bagian sungai yang lebih dalam. Meski korban sempat melawan dan berhasil dievakuasi warga yang datang menolong, luka robek di punggung serta patah tulang yang dialaminya sangat fatal.

Perwakilan keluarga korban membenarkan bahwa nyawa sang tulang punggung keluarga tidak dapat tertolong lagi akibat pendarahan dan kondisi yang terus memburuk selama masa kritis.

"Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup. Abang saya, Abdul Aziz, telah meninggal dunia setelah sempat dievakuasi dan dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif di RS Awal Bros Bagan Batu," ujar Fendi, adik kandung almarhum. (Bil)