Petani Riau Terima 80 Ton Pupuk Batu Bara dari Polri untuk Genjot Ketahanan Pangan


Rabu, 08 Juli 2026 - 18:56:54 WIB
Petani Riau Terima 80 Ton Pupuk Batu Bara dari Polri untuk Genjot Ketahanan Pangan

RIAUIN.COM - Kelompok tani di lima kabupaten di Provinsi Riau mendapatkan pasokan pupuk alternatif sebanyak 80 ton dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Bantuan yang menyasar sektor hulu pertanian ini diserahkan langsung oleh Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memantau fasilitas produksi pupuk berbasis batu bara di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026).

Penyaluran stimulus ini difokuskan untuk memacu produktivitas lahan perkebunan dan pertanian di wilayah Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, serta Siak yang selama ini menghadapi tantangan ketergantungan pada pupuk konvensional.

"Kami berharap pasokan ini menjadi stimulus nyata di tingkat tapak agar para petani di Riau bisa menaikkan kapasitas produksi panennya secara mandiri," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo di sela-sela peninjauan pabrik PT Bursa Tani Futura Andyta.

Langkah korps bhayangkara ini membidik pemanfaatan inovasi teknologi pertanian berbasis domestik. Pupuk jenis Futuraplus Presisi yang dibagikan tersebut memanfaatkan bahan baku batu bara berkalori rendah yang diolah sedemikian rupa agar kaya unsur hara makro, mikro, dan asam humat guna memulihkan struktur tanah biologis yang jenuh.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi intervensi pemenuhan sarana produksi padi dan palawija ini di tengah upaya daerah memperkuat cadangan pangan lokal. Menurut dia, penguatan sektor hilir agroindustri memerlukan kolaborasi lintas instansi, termasuk pengamanan rantai pasok oleh kepolisian.

"Inovasi lokal seperti ini sangat dibutuhkan petani kita di lapangan. Kehadiran variasi pupuk baru yang diproduksi langsung di Kampar ini mempercepat substitusi kebutuhan pupuk yang sering kali fluktuatif di pasaran," kata SF Hariyanto.

Fasilitas produksi di Kampar tersebut saat ini tercatat mampu memasok hingga 24 ton pupuk per hari atau berkisar 480 ton setiap bulannya. Melalui momentum peringatan hari jadi Polri yang ke-80, distribusi massal ini dirancang sebagai proyek percontohan integrasi industri energi terbarukan dan ketahanan pangan nasional dari bumi lancang kuning. (Bil)