RIAUIN.COM - Kepolisian Resor Rokan Hilir memperketat pengawasan dan patroli di sepanjang aliran perairan rawan konflik menyusul insiden penerkaman manusia oleh satwa liar di kawasan perairan Kuala Jabon, Kecamatan Bangko Pusako. Langkah ini diambil guna mengantisipasi terulangnya serangan serupa yang kini menyebabkan seorang pencari ikan dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Hingga Rabu (8/7/2026), korban bernama Abdul Aziz masih belum sadarkan diri di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu, Rokan Hilir. Tim medis dilaporkan telah melakukan tindakan pembedahan pertama untuk menangani luka robek serius di bagian punggung akibat gigitan buaya muara tersebut.
Kapolres Rokan Hilir melalui Kasi Humas Polres Rokan Hilir Ipda Didi Sofyan menyatakan bahwa jajaran kepolisian sektor di wilayah pesisir kini dikerahkan untuk memberikan sosialisasi langsung di lokasi pemukiman pinggir sungai. Warga diimbau keras untuk menghentikan aktivitas menjaring ikan secara mandiri tanpa pendamping.
"Kami menginstruksikan seluruh personel bhabinkamtibmas di wilayah perairan untuk memetakan kembali titik rawan kemunculan satwa. Jangan sampai ada masyarakat yang beraktivitas sendirian di sungai, terutama saat memasang pukat atau jaring pada sore hari," kata Ipda Didi Sofyan saat memberikan keterangan pers kepada media di Rokan Hilir, Rabu.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban diterkam dari arah belakang saat merendam tubuhnya setinggi pinggang di dalam air sungai untuk membentang jala ikan. Satwa liar tersebut sempat menyeret tubuh korban ke tengah aliran sungai sebelum korban berhasil melepaskan diri setelah melakukan perlawanan sengit.
Kondisi medis terakhir korban diungkapkan oleh Turisidi, salah satu kerabat yang mendampingi pihak keluarga di rumah sakit. Berdasarkan informasi dari tim perawatan, tindakan operasi lanjutan kemungkinan besar masih harus dilakukan mengingat kedalaman luka robek di tubuh korban.
"Pihak keluarga menyampaikan bahwa dokter sedang memantau perkembangan pascaoperasi pertama. Kondisinya masih koma dan belum siuman. Ada informasi kemungkinan tindakan bedah kedua, namun kami masih menunggu kepastian dari dokter yang menangani," tutur Turisidi.
Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Bagan Batu dr Eriex M Fornando, MARS bersama tim medis penanggung jawab pasien masih melakukan observasi ketat di ruang steril dan belum merilis keterangan resmi secara mendetail terkait penanganan klinis lanjutan.
Sungai Manasib dan kawasan rawa di Rokan Hilir dikenal sebagai habitat alami buaya muara. Konflik antara manusia dan satwa terus meningkat seiring tingginya ketergantungan ekonomi masyarakat lokal terhadap hasil tangkap perairan sungai tersebut. (*)