Prahara Politik Riau Terungkap di Sidang, Abdul Wahid Ngaku Sempat Berkonflik dengan Wakilnya


Kamis, 02 Juli 2026 - 18:00:39 WIB
Prahara Politik Riau Terungkap di Sidang, Abdul Wahid Ngaku Sempat Berkonflik dengan Wakilnya

RIAUIN.COM - Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mengaku sempat menyiapkan surat pengunduran diri dari jabatannya untuk dikirimkan kepada Presiden. Langkah tersebut hampir diambil karena ia merasa tertekan oleh dinamika politik dan hubungan yang tidak harmonis dengan pasangannya, mantan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto.

Pengakuan tersebut disampaikan Abdul Wahid saat memberikan keterangan sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi, pemerasan, dan gratifikasi proyek Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

"Saya bahkan sudah menyiapkan surat pengunduran diri untuk Presiden karena merasa situasi saat itu sangat menekan," ujar Abdul Wahid di hadapan majelis hakim.

Menurut Abdul Wahid, ketegangan dengan SF Hariyanto mencuat kembali setelah mereka resmi menjabat sebagai kepala daerah. Salah satu pemicunya terjadi usai kegiatan Safari Ramadan, ketika ia mendatangi kediaman SF Hariyanto bersama Dani M Nursalam. Dalam pertemuan itu, Abdul Wahid mengklaim diperlihatkan video rekaman pemeriksaannya terkait kasus PON Riau 2012.

Upaya untuk meletakkan jabatan sebagai orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning tersebut akhirnya batal dilakukan. Abdul Wahid memilih bertahan setelah berkonsultasi dan mendapatkan wejangan dari tokoh agama.

"Niat untuk mundur itu akhirnya saya batalkan setelah mendapat nasihat dari Ustaz Abdul Somad agar saya tetap berkomitmen menjalankan amanah masyarakat Riau," kata Abdul Wahid.

Dalam persidangan yang beragenda pemeriksaan terdakwa ini, Abdul Wahid juga membeberkan bahwa keretakan hubungan mereka sebenarnya sudah mulai terasa sejak masa persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau hingga menjelang pelantikan pada 20 Februari 2025.

Ia mendengar kabar bahwa SF Hariyanto mengklaim telah menggelontorkan dana besar selama kontestasi Pilgub Riau. Isu tersebut sempat diklarifikasi langsung oleh Abdul Wahid dalam sebuah pertemuan di sebuah restoran di Jakarta yang juga dihadiri Dani M Nursalam.

Abdul Wahid menegaskan, sejak awal dirinya tidak memiliki ambisi besar untuk maju dalam kontestasi politik di Riau. Ia baru bersedia mencalonkan diri setelah mendapatkan dorongan dari sejumlah tokoh daerah, seperti Rusli Zainal dan Arwin. Berkat dukungan itu, ia maju menggunakan perahu Partai NasDem dan PKB tanpa mahar politik.

Sebaliknya, Abdul Wahid menyebutkan bahwa SF Hariyanto semula ingin maju sebagai calon gubernur. Namun, karena hasil survei elektabilitas saat itu kurang mendukung, yang bersangkutan akhirnya bersedia memposisikan diri sebagai calon wakil gubernur.

Seluruh kesaksian di bawah sumpah ini menjadi bagian dari pembelaan Abdul Wahid di persidangan. Majelis hakim masih akan menguji validitas pengakuan tersebut bersama sejumlah alat bukti dan keterangan saksi lain sebelum menjatuhkan vonis, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. (*)