Ancaman Karhutla Riau, 18 Titik Panas Terdeteksi di Sejumlah Kabupaten


Kamis, 02 Juli 2026 - 09:30:07 WIB
Ancaman Karhutla Riau, 18 Titik Panas Terdeteksi di Sejumlah Kabupaten

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mendeteksi keberadaan 18 titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Riau pada Kamis (2/7/2026). Dari jumlah tersebut, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak yang patut diwaspadai.

Secara kumulatif, terdapat 98 titik panas yang tersebar di wilayah Pulau Sumatera. Provinsi Riau menyumbang belasan titik yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota, di mana Indragiri Hulu mendominasi dengan temuan sembilan titik panas.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Deby C menjelaskan bahwa sisa titik panas lainnya tersebar di Kabupaten Pelalawan sebanyak tiga titik dan Kabupaten Siak dua titik. Sementara itu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru masing-masing mencatatkan satu titik panas.

"Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 18 titik panas di Provinsi Riau. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang masih terpantau memiliki hotspot," kata Deby saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Kamis.

Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan, sebagian wilayah Riau juga menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem pada hari yang sama. Pada pagi hingga siang hari, cuaca di Riau umumnya cerah berawan hingga berawan, namun kondisi ini diprediksi berubah drastis saat memasuki sore dan malam hari.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda lima wilayah, yakni Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Suhu udara di Riau sendiri berada di angka 22 hingga 34 derajat celsius dengan kecepatan angin mencapai 10 hingga 30 kilometer per jam dari arah selatan hingga barat.

Kondisi gelombang laut di perairan Riau secara umum masuk dalam kategori rendah dengan ketinggian 0,5 hingga 1,25 meter. Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya risiko gelombang sedang di beberapa titik perairan lainnya.

"Masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan operator transportasi perairan, diminta mewaspadai potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Rokan Hilir serta perairan Dumai-Bengkalis," ujar Deby menambahkan. (Bil)