Peringatan Hari Bhayangkara, Polda Riau Perkuat Penjagaan Keamanan Publik dan Kelestarian Lingkungan


Rabu, 01 Juli 2026 - 12:27:10 WIB
Peringatan Hari Bhayangkara, Polda Riau Perkuat Penjagaan Keamanan Publik dan Kelestarian Lingkungan

RIAUIN.COM - Kepolisian Daerah Riau memperketat respons terhadap kompleksitas tantangan keamanan yang dipicu oleh dinamika global, lompatan teknologi, serta tuntutan kelestarian lingkungan di wilayah Riau. Langkah ini menjadi fokus utama dalam pembenahan internal demi menjaga stabilitas wilayah di masa mendatang.

Upaya tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Markas Polda Riau, Pekanbaru, Rabu (1/7/2026). Momentum hari jadi ini dijadikan pijakan instansi kepolisian di Riau untuk merancang pelayanan yang lebih modern dan berbasis pada kepentingan publik.

Inspektur Upacara sekaligus Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mengungkapkan bahwa perkembangan zaman menuntut korps kepolisian untuk bergerak lebih cepat. Pola penegakan hukum konvensional dinilai tidak lagi cukup tanpa diimbangi oleh pendekatan yang humanis ke masyarakat.

"Tantangan ke depan akan semakin kompleks. Momentum Hari Bhayangkara ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan," ujar Hengki Haryadi saat membacakan amanatnya di hadapan peserta upacara.

Selain aspek teknologi dan profesionalisme personel, kondisi geografis Riau yang rawan terhadap isu lingkungan juga menjadi perhatian khusus. Polda Riau berkomitmen untuk mengintegrasikan tugas pengamanan wilayah dengan aksi nyata dalam menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan hidup di Bumi Lancang Kuning.

Hadir dalam upacara tersebut Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau. Kehadiran jajaran pemerintahan daerah ini sekaligus mempertegas sinergitas lintas instansi dalam menjaga situasi kondusif di Riau.

Hengki Haryadi menambahkan bahwa indikator keberhasilan institusinya kini tidak lagi sekadar dihitung dari angka penuntasan kasus hukum. Tolok ukur utama yang dikejar adalah hadirnya rasa aman yang nyata di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

"Makna 80 tahun mengabdi adalah seluruh tugas Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Keberhasilan bukan hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga ketika masyarakat merasakan kehadiran Polri yang humanis," kata Hengki Haryadi menegaskan.

Di sisi lain, seluruh personel di jajaran Polda Riau juga diminta untuk tidak berpuas diri dengan berbagai apresiasi dan penghargaan yang telah diraih selama ini. Evaluasi kinerja terhadap mutu pelayanan publik dan kecepatan merespons aduan warga akan terus dilakukan secara berkala.

Pihak Polda Riau menyatakan bahwa dedikasi tinggi yang disertai integritas menjadi modal utama untuk mempertahankan kepercayaan publik yang dinamis. Melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, korps baju cokelat di Riau ini optimistis mampu menjawab ekspektasi tinggi masyarakat.

"Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah kehormatan," tutur Hengki Haryadi di akhir amanatnya. (Bil)