Pertamina Penyesuaian Harga, Pertamax Turbo di Riau Kini Rp 20.150 per Liter


Rabu, 01 Juli 2026 - 12:16:57 WIB
Pertamina Penyesuaian Harga, Pertamax Turbo di Riau Kini Rp 20.150 per Liter

RIAUIN.COM - Konsumen bahan bakar minyak non-subsidi di Provinsi Riau mendapatkan angin segar mulai Rabu (1/7/2026). PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah jenis bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi di wilayah Riau dengan pemotongan harga yang cukup signifikan, terutama pada varian solar industri dan kendaraan pribadi jenis diesel.

Penurunan paling tajam terjadi pada produk Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp 22.100 per liter. Harga ini merosot sebesar Rp 3.800 per liter dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 25.900 per liter. Langkah penyesuaian berkala ini menjadi momen penting bagi mobilitas logistik di Riau yang selama ini terbabani biaya energi yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Tidak hanya Pertamina Dex, jenis Dexlite juga mengalami penciutan harga yang cukup besar, yakni turun sebesar Rp 3.450 per liter. Komoditas tersebut kini dapat dibeli masyarakat Riau dengan harga Rp 20.550 per liter, dari yang sebelumnya berada di angka Rp 24.000 per liter. Sementara itu, bagi pengguna kendaraan berbahan bakar bensin beroktan tinggi, Pertamax Turbo kini dijual seharga Rp 20.150 per liter atau turun Rp 1.500 per liter dari harga lama sebesar Rp 21.650 per liter. Meski demikian, untuk produk Pertamax tercatat tidak mengalami perubahan harga dan tetap bertahan di angka Rp 17.000 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa perubahan harga ini didasarkan pada perhitungan yang matang terhadap tren pasar energi global. Evaluasi berkala dilakukan agar harga di tingkat domestik tetap adaptif dan rasional.

"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM non subsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," kata Kitty Andhora dalam keterangan tertulisnya pada Rabu pagi.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan konsumen akhir, melainkan juga menjaga daya saing sektor transportasi dan distribusi barang di daerah. Pihak Pertamina menjamin bahwa penurunan harga ini sama sekali tidak mengurangi standar kualitas bahan bakar yang disalurkan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," ujar Kitty Andhora menambahkan.

Secara nasional, penyesuaian harga ini memperlihatkan disparitas harga antarwilayah yang disesuaikan dengan komponen biaya distribusi dan pajak daerah. Di wilayah Sumatra yang lain, seperti Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertamax dipatok Rp 16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp 19.750 per liter, Dexlite Rp 20.150 per liter, serta Pertamina Dex Rp 21.650 per liter.

Adapun untuk Provinsi Riau, bersama dengan Sumatra Barat dan Kepulauan Riau, memiliki nominal yang sedikit lebih tinggi. Di ketiga provinsi ini, selain harga produk non-subsidi yang telah diturunkan tersebut, harga BBM bersubsidi dipastikan tetap stabil tanpa ada lonjakan. Pertalite masih dijual seharga Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi ajek pada angka Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) mendapatkan harga khusus yang jauh lebih rendah karena fasilitas pembebasan pajak. Di FTZ Sabang, Pertamax berada di angka Rp 15.250 per liter dan Dexlite Rp 18.450 per liter. Di FTZ Batam, harga Pertamax tercatat Rp 15.500 per liter, Pertamax Turbo Rp 18.350 per liter, Dexlite Rp 18.700 per liter, dan Pertamina Dex sebesar Rp 20.100 per liter.

Untuk wilayah regional Jawa yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, serta wilayah Bali, NTB, dan NTT, harga Pertamax ditetapkan Rp 16.250 per liter. Di Jawa juga tersedia Pertamax Green 95 dengan harga Rp 17.000 per liter. Produk Pertamax Turbo di kawasan ini dijual Rp 19.300 per liter, Dexlite Rp 19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp 21.150 per liter.

Di wilayah Pulau Kalimantan, disparitas harga kembali terlihat. Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur mengikuti tarif Rp 16.650 per liter untuk Pertamax, Rp 19.750 per liter untuk Pertamax Turbo, Rp 20.150 per liter untuk Dexlite, dan Rp 21.650 per liter untuk Pertamina Dex. Sedangkan wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatatkan nominal yang persis sama dengan Riau yaitu Rp 17.000 per liter untuk Pertamax, Rp 20.150 per liter untuk Pertamax Turbo, Rp 20.550 per liter untuk Dexlite, dan Rp 22.100 per liter untuk Pertamina Dex.

Seluruh provinsi di Pulau Sulawesi yang meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat kompak menerapkan harga yang setara dengan Kalimantan Timur. Begitu pula dengan kawasan Maluku, Maluku Utara, serta seluruh kluster provinsi di Papua seperti Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan yang menetapkan kisaran harga serupa untuk varian Pertamax dan Dexlite yang tersedia di SPBU masing-masing wilayah tersebut yakni Rp 16.650 per liter untuk Pertamax dan Rp 20.150 per liter untuk Dexlite. Perbedaannya, wilayah Papua induk dan Papua Barat Daya juga menyediakan varian Pertamax Turbo seharga Rp 19.750 per liter dan Pertamina Dex seharga Rp 21.650 per liter. (Bil)