RIAUIN.COM - Wilayah Provinsi Riau diprakirakan aman dari ancaman titik panas (hotspot) karhutla di tengah kepungan 83 titik api yang tersebar di Pulau Sumatera. Kendati demikian, masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Riau diminta beralih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang mengintai pada waktu sore hingga malam hari.
Berdasarkan data pemantauan terbaru, nihilnya titik panas di Bumi Lancang Kuning menjadi kabar baik di tengah melonjaknya jumlah hotspot di provinsi tetangga. Wilayah Sumatera Selatan saat ini menjadi penyumbang terbanyak dengan 44 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 24 titik, dan Lampung tujuh titik. Sisanya tersebar di Jambi, Aceh, Sumatera Barat, dan Bengkulu.
"Adapun Provinsi Riau tidak terdeteksi adanya titik panas atau nihil hotspot," kata Prakirawan BMKG Alfa Nataris di Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).
Meskipun daratan Riau bersih dari indikasi kebakaran lahan, Alfa menjelaskan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan adanya pengumpulan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan. Kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari diprediksi didominasi cerah berawan, tetapi situasi akan berubah drastis memasuki paruh kedua hari.
Sebab itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi warga yang berada di wilayah rawan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berisiko membawa petir dan hantaman angin kencang diprediksi melanda Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, dan Kota Dumai.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah tersebut pada sore hingga malam hari," ujar Alfa Nataris.
Memasuki dini hari, guyuran hujan dengan skala ringan hingga sedang dilaporkan masih akan bertahan di wilayah pesisir dan jalur lintas timur, meliputi Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir. Suhu udara di Riau sendiri berada di angka 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 100 persen.
Selain potensi cuaca ekstrem di darat, ancaman keselamatan juga mengintai sektor maritim. Kecepatan angin yang bertiup dari tenggara ke barat dapat mencapai 50 kilometer per jam, yang memicu kenaikan tinggi gelombang di beberapa perairan utara Riau.
Masyarakat yang beraktivitas di laut diminta mewaspadai potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Risiko gelombang tinggi ini berpeluang besar terjadi di kawasan perairan Rokan Hilir serta jalur perairan yang menghubungkan Dumai dan Bengkalis. (Bil)