Polda Riau Diharapkan Terus Jaga Kondusivitas Daerah untuk Iklim Usaha


Selasa, 30 Juni 2026 - 14:45:55 WIB
Polda Riau Diharapkan Terus Jaga Kondusivitas Daerah untuk Iklim Usaha

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau meminta Kepolisian Daerah Riau terus mempertahankan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut. Jaminan keamanan dinilai menjadi faktor kunci untuk menarik minat investor dan menggerakkan roda perekonomian di Bumi Lancang Kuning.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur saat menghadiri Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Pekanbaru, Selasa (30/6/2026). Menurut dia, tantangan perekonomian ke depan sangat bergantung pada kondusifnya situasi di daerah.

"Keberhasilan Polda Riau dalam menekan angka kriminalitas dan menjaga kondusivitas wilayah merupakan modal yang sangat berharga. Situasi yang aman ini menjadi magnet penting bagi masuknya investasi serta keberlanjutan pembangunan di Riau," ujar Zulkifli.

Selain sektor ekonomi, Pemprov Riau juga mengingatkan kepolisian untuk mengantisipasi sejumlah tantangan spesifik di daerah, seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta peredaran narkotika. Penyelenggaraan agenda nasional dan ancaman kejahatan siber yang kian marak juga memerlukan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, Zulkifli menekankan pentingnya respons cepat dan pendekatan yang lebih humanis dari setiap personel kepolisian dalam melayani aduan masyarakat. Institusi Polri diharapkan tidak berjarak dengan warga agar penegakan hukum dapat berjalan efektif.

"Kami berharap momentum hari jadi ini memperkuat kehadiran jajaran kepolisian di tengah warga. Pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif harus terus ditingkatkan demi memberikan rasa aman yang nyata," kata Zulkifli menambahkan.

Pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk terus menyokong tugas-tugas kepolisian di lapangan melalui penguatan sinergi lintas sektoral. Hubungan yang solid antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dianggap sebagai fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas gangguan keamanan di masa depan. (Bil)