RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap meneruskan hasil uji kompetensi teknis calon Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru kepada Badan Kepegawaian Nasional. Proses ini dilakukan setelah Komite Talenta yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau merampungkan penilaian terhadap lima pejabat yang bertarung memperebutkan posisi tertinggi aparatur sipil negara di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Langkah ini diambil guna mendapatkan pertimbangan teknis sebelum posisi definitif resmi diisi. Keterlibatan Pemerintah Provinsi Riau dalam tim komite talenta mempertegas fungsi pengawasan terhadap penataan birokrasi di wilayah hilir.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pekanbaru Samto menyatakan bahwa prosedur penyerahan dokumen hasil ujian saat ini berjalan sesuai dengan garis birokrasi yang berlaku. Evaluasi sepenuhnya berada di bawah kendali tim komite provinsi sebelum diserahkan ke tingkat kota.
"Proses setelah selesai dari komite dilaporkan ke Pemko," ujar Samto di Pekanbaru, Selasa (30/6/2026).
Setelah laporan dari komite talenta Riau tersebut diterima secara resmi oleh pihak kota, pemerintah daerah tidak akan menunda waktu untuk meneruskannya ke tingkat pusat. Rekomendasi dari daerah menjadi dasar utama bagi badan nasional dalam mengeluarkan keputusan akhir.
"Selanjutnya usulan ke BKN untuk pertimbangan teknis," kata Samto menambahkan.
Uji kompetensi teknis itu sendiri sebelumnya telah digelar di Hotel Batiqa, Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru. Dalam tahapan tersebut, seluruh kandidat diuji secara mendalam melalui pemaparan makalah serta sesi wawancara kritis oleh tim penilai yang dikomandoi langsung oleh Sekda Provinsi Riau. Tema utama yang diangkat berfokus pada peran strategis Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru sebagai manajer kolaboratif dalam menyukseskan visi dan misi pembangunan daerah.
Salah satu pejabat yang mengikuti seleksi membenarkan ketatnya proses penyaringan yang dilakukan oleh tim komite bentukan provinsi tersebut. Setiap kandidat harus mampu mempertahankan gagasan tertulis mereka di hadapan penguji.
"Diwawancarai bergantian, kita menjawab pertanyaan," ungkap salah satu peserta seleksi yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lima nama pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru yang bersaing ketat. Mereka adalah Inspektur Inspektorat Zulhelmi Arifin, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Abdul Jamal, Kepala BPKAD Firmansyah Eka Putra, Kepala Dinas PUPR Edward Riansyah, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut. -Juh