Advertorial

HUT ke-242 Pekanbaru Torehkan Sejarah Nasional, Festival Kue Talam Ketan Durian 1 Kilometer Raih Rekor MURI


Selasa, 23 Juni 2026 - 06:57:31 WIB
HUT ke-242 Pekanbaru Torehkan Sejarah Nasional, Festival Kue Talam Ketan Durian 1 Kilometer Raih Rekor MURI

Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar memperagakan medali dan piagam rekor MURI Kue Talam Durian terpanjang di HUT ke 242 Kota Pekanbaru di acara car free day, Minggu (21/6/2026). | Foto : ist

RIAUIN.COM– Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru menjadi momentum bersejarah bagi ibu kota Provinsi Riau. Mengusung tema "Berkolaborasi Menjadi Aksi" dengan tagline "Pekanbaru KolaborAksi", Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil mempersembahkan capaian membanggakan di tingkat nasional melalui pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat sajian Kue Talam Ketan Durian terpanjang sepanjang satu kilometer.

Penghargaan bergengsi tersebut menjadi kado istimewa bagi masyarakat Pekanbaru. Piagam MURI diserahkan langsung kepada Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menghadirkan karya kolaboratif yang tidak hanya mengangkat kekayaan kuliner Melayu, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan ratusan pelaku UMKM lokal.

Di luar perkiraan penyelenggara, Festival Kue Talam Ketan Durian sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi. Antusiasme warga dari berbagai kalangan menjadikan festival ini sebagai salah satu agenda paling meriah dalam beberapa tahun terakhir sekaligus memperlihatkan bahwa budaya Melayu tetap hidup, dicintai, dan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keberhasilan tersebut bukan semata soal memecahkan rekor, tetapi menjadi bukti bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu menghasilkan karya besar yang membawa nama baik daerah di tingkat nasional. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam setiap program pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.

"Rekor MURI ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Pekanbaru. Inilah bukti bahwa ketika pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat bergandengan tangan, kita mampu menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Semangat KolaborAksi akan terus kami jadikan energi untuk membangun Pekanbaru yang semakin maju," ujar Agung Nugroho yang didampingi Wakil Wali Kota Markarius.

Semangat KolaborAksi tersebut juga tercermin dari berbagai capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan dalam kurun sekitar satu tahun empat bulan kepemimpinan Agung-Markarius. Berbagai program prioritas mulai menunjukkan hasil nyata, baik pada sektor ekonomi, pelayanan publik, maupun pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat.

Salah satu indikator yang paling menonjol terlihat pada pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai sekitar 7,91 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Peningkatan konsumsi masyarakat, tumbuhnya investasi, serta geliat UMKM menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah.

Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan apresiasi dari Menteri Dalam Negeri kepada Pemerintah Kota Pekanbaru atas keberhasilannya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Pencapaian itu didorong melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi pelayanan, serta meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak daerah.

Menurut Agung Nugroho, keberhasilan pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah menghadirkan berbagai kebijakan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, seperti penurunan tarif parkir melalui Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025 menjadi Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 bagi kendaraan roda empat.

"Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan. Mulai dari biaya parkir yang lebih ringan, jalan yang semakin baik, pelayanan administrasi yang lebih mudah, hingga berbagai bantuan bagi UMKM dan masyarakat kurang mampu. Semua itu merupakan bentuk komitmen kami menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan lebih berkualitas," katanya.

Di sektor infrastruktur, Pemko Pekanbaru terus mempercepat perbaikan jalan, pembangunan jalan mantap, penataan drainase, serta penanganan titik banjir. Hingga kini, pemeliharaan jalan lingkungan telah mencapai sekitar 7.000 meter dan pembersihan drainase dilakukan di seluruh 15 kecamatan. Sementara itu, pengelolaan sampah diperkuat melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di setiap kelurahan, didukung gerakan Green City yang melibatkan ASN dan tenaga non-ASN sebagai pelopor budaya bersih.

Tidak hanya itu, berbagai inovasi terus dihadirkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mulai dari uji coba bus listrik ramah lingkungan, transportasi gratis bagi pelajar, subsidi bunga pinjaman dan bantuan modal bagi UMKM, hingga layanan jemput bola administrasi kependudukan melalui Mobil AMAN.

Memeriahkan HUT ke-242, Pemko Pekanbaru juga menghadirkan 48 rangkaian kegiatan, di antaranya penghapusan denda pajak daerah hingga 31 Agustus 2026, pemasangan listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, khitanan massal, layanan Bus Trans Metro Pekanbaru gratis, serta parkir gratis di sejumlah titik. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bukti bahwa peringatan hari jadi kota bukan sekadar seremoni, melainkan pesta rakyat yang membawa manfaat nyata sekaligus menandai langkah Pekanbaru menuju kota yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing. -adv