RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan strategi baru untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam membenahi infrastruktur logistik yang rusak parah. Melalui skema kolaborasi, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Riau berhasil dipangkas hingga Rp 28 miliar setelah puluhan perusahaan swasta sepakat mendanai sebagian besar proyek pengerasan jalan di koridor industri Minas-Perawang.
Perbaikan yang menyasar ruas Jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak ini telah berjalan sejak Juni 2024. Jalur tersebut selama ini menjadi urat nadi angkutan berat yang membawa komoditas andalan Riau, mulai dari kelapa sawit, kayu mentah, logistik pelabuhan, hingga operasional minyak dan gas bumi menuju Jalur Lintas Timur Sumatra.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau Zulfahmi menjelaskan bahwa pemerintah daerah hanya menyanggupi perbaikan sepanjang 1 kilometer dari total target kerusakan yang ada. Langkah ini diambil karena keterbatasan dana daerah, sementara mobilitas kendaraan bertonase besar di kawasan tersebut sangat tinggi.
"Kami hanya menangani satu kilometer dengan alokasi APBD sekitar Rp 10 miliar. Agar struktur jalan tidak cepat hancur akibat beban berat, kami menerapkan metode beton semen atau rigid pavement. Sementara untuk sisa kerusakan jalan, kami merangkul sektor swasta," kata Zulfahmi di Pekanbaru, Sabtu (27/6/2026).
Jelasnya lagi, kerja sama ini berhasil menjaring 24 perusahaan yang beroperasi di wilayah Riau. Seluruh korporasi tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam empat sektor industri utama, yakni klaster minyak dan gas, perkayuan, kelapa sawit, serta transportasi. Tiap kelompok memegang tanggung jawab penuh untuk membiayai dan membangun jalan sepanjang 700 meter.
“Klaster migas yang dipimpin PT Pertamina Rokan Hulu dijadwalkan memulai konstruksi fisik pada Agustus mendatang, disusul oleh klaster perkayuan di bawah PT Arara Abadi pada Oktober. Dua kelompok lainnya, yaitu klaster sawit yang dikoordinasikan PT Surya Inti Raya dan klaster transportasi di bawah PT Pelindo, juga akan mengawali pengerasan jalan pada bulan Oktober,” jelasnya.
“Hingga akhir tahun ini, target bentangan jalan beton yang selesai dibangun mencapai 3,4 kilometer dan diproyeksikan rampung seluruhnya pada Desember. Sisa target volume pengerjaan dari klaster migas dan perkayuan masing-masing sepanjang 200 meter baru akan dilanjutkan pada tahun depan,” tukasnya lagi.
Pemerintah Provinsi Riau berharap model pembiayaan bersama ini dapat menjadi percontohan bagi pembenahan infrastruktur di koridor industri lainnya. "Langkah kemitraan seperti ini sangat kami harapkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Kami mengapresiasi kontribusi dunia usaha dan komitmen ini akan terus kami perkuat ke depan," ujar Zulfahmi. (Bil)