Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya


Jumat, 26 Juni 2026 - 18:59:20 WIB
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya

RIAUIN.COM - Aparat Polsek Tapung bersama Tim Identifikasi Polres Kampar mendalami penyebab kematian seorang pria yang ditemukan tewas di kawasan Jalan Garuda Sakti Kilometer 5,5, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (26/6/2026). Korban teridentifikasi sebagai warga kelahiran Kota Pekanbaru, Riau, namun memiliki alamat administrasi di Sumatera Utara.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan setempat setelah menerima laporan dari pengguna jalan yang mencurigai adanya aktivitas di area lahan Global Mas sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah diperiksa dari jarak dekat, petugas keamanan mendapati sesosok tubuh dalam kondisi mengenaskan.

Kapolsek Tapung Kompol Bambang menjelaskan bahwa personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari saksi di lapangan. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti awal.

"Dari pemeriksaan sidik jari menggunakan sistem MAMBIS, korban terindikasi kuat bernama Anggi Harahap, usia 38 tahun. Berdasarkan data sekunder, yang bersangkutan lahir di Pekanbaru, meskipun alamat KTP-nya tercatat di Tapanuli Selatan," kata Bambang saat dikonfirmasi di Kampar, Jumat sore.

Di sekitar lokasi penemuan tubuh korban, tim mengamankan sejumlah barang bukti berupa belasan kemasan lem siap pakai. Petugas juga mendapati adanya sisa-sisa zat perekat tersebut yang masih menempel di area wajah korban, khususnya di bagian hidung.

Hingga saat ini, aparat penegak hukum belum bisa menyimpulkan motif maupun penyebab pasti di balik peristiwa tersebut. Guna kepentingan penyelidikan, jenazah telah dievakuasi ke fasilitas medis di Kota Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan kedokteran forensik.

"Kami belum menemukan adanya indikasi tindak kekerasan fisik pada pemeriksaan luar di lokasi kejadian. Namun, kepastian medisnya masih harus menunggu hasil visum resmi dari Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Bambang menambahkan.

Selain kemasan lem, polisi hanya menemukan satu buah sisir rambut di dalam saku celana korban. Pihak Kepolisian Sektor Tapung kini tengah berkoordinasi dengan otoritas wilayah terkait untuk melacak keberadaan pihak keluarga inti korban yang berada di Riau maupun di luar provinsi. (*)