RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan berupaya memangkas volume pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir dengan mengoptimalkan peran Lembaga Pengelola Sampah di tingkat kelurahan. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah menyiapkan hadiah utama berupa ibadah umrah dan unit becak motor bagi pengelola yang dinilai paling berhasil mereduksi limbah sejak dari rumah tangga.
Langkah ini diambil guna mendorong kemandirian wilayah dalam mengatasi persoalan kedaruratan sampah di Ibu Kota Provinsi Riau. Tim penilai yang melibatkan unsur kedinasan serta organisasi wanita setempat saat ini tengah merampungkan rekapitulasi performa terhadap 30 lembaga pengelola sampah (LPS) perwakilan dari total 83 kelompok yang aktif di berbagai kelurahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menjelaskan bahwa tolok ukur utama dalam evaluasi kali ini bukan sekadar rutinitas pengangkutan, melainkan inovasi dalam memilah sampah domestik. Kelompok yang mampu menggerakkan warga memisahkan sampah organik dan memanfaatkannya menjadi produk bernilai ekonomis akan mendapatkan poin tertinggi.
Menurut Reza, selama ini beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pekanbaru terus meningkat. Melalui kompetisi struktural ini, pemotongan rantai distribusi pembuangan diharapkan dapat menahan laju timbunan material sisa di hilir. Beberapa lembaga kedapatan mulai menerapkan terobosan mandiri dengan mengumpulkan limbah organik untuk dijual kembali sebagai bahan baku industri atau pupuk.
Proses pemantauan lapangan telah berlangsung sejak pekan kedua Juni dan dijadwalkan rampung secara menyeluruh pada 18 Juni 2026. Evaluasi dilakukan secara berjenjang berdasarkan klasifikasi kepadatan penduduk, mulai dari kategori kecil untuk cakupan pelayanan di bawah 1.000 jiwa, kategori sedang untuk skala 1.000 hingga 3.000 jiwa, serta kategori besar bagi wilayah padat di atas 3.000 jiwa.
Selain menyasar kelembagaan masyarakat tingkat kelurahan, otoritas lingkungan hidup setempat juga melakukan penilaian paralel terhadap sejumlah badan usaha swasta serta sekolah yang masuk dalam program Adiwiyata. Kelompok usaha dan instansi pendidikan yang konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan nantinya akan diberikan dana pembinaan khusus.
Seluruh pemenang dari tiap kategori, termasuk peraih hadiah umrah, rencananya akan diumumkan secara resmi oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bertepatan dengan momentum puncak peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru dalam waktu dekat. (Bil)