Dipicu Penguatan CPO, Harga Sawit Swadaya di Riau Kembali Naik


Rabu, 17 Juni 2026 - 14:57:06 WIB
Dipicu Penguatan CPO, Harga Sawit Swadaya di Riau Kembali Naik

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit terus membenahi sistem tata kelola niaga demi menjamin keadilan bagi petani swadaya dan perusahaan mitra. Langkah ini diperkuat melalui komitmen bersama yang melibatkan Kejaksaan Tinggi Riau guna memastikan seluruh regulasi berjalan konsisten di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Vera Virgianti menyampaikan hal tersebut dalam rapat penetapan harga di Pekanbaru, Rabu (17/6/2026). Menurut Vera, upaya perbaikan tata kelola ini berorientasi pada peningkatan pendapatan riil masyarakat, khususnya para pekebun swadaya yang posisinya sering kali rentan dalam rantai pasok.

Formulasi harga mingguan ini mengacu pada aturan nasional, yakni Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts/PP320/E/12/2025. Penyesuaian teranyar didasarkan pada tabel rendemen baru hasil kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Medan yang telah disepakati oleh seluruh anggota tim.

Dalam rapat tersebut, tim menetapkan harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau untuk periode 17 hingga 23 Juni 2026. Hasilnya, terjadi penguatan harga tipis di semua kelompok umur tanaman. Kenaikan tertinggi dialami oleh kelompok umur 9 tahun yang merangkak naik sebesar Rp 21,40 per kilogram atau menguat 0,58 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan demikian, harga beli untuk kelompok umur ini menjadi Rp 3.696,32 per kilogram selama sepekan ke depan.

Secara umum, tren positif ini didorong oleh apresiasi harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar, meskipun di saat yang sama harga inti sawit (kernel) mengalami penyusutan. Berdasarkan catatan tim baku, harga penjualan CPO pekan ini naik Rp 320,99 per kilogram, sedangkan harga kernel anjlok Rp 867,94 per kilogram dari posisi minggu lalu. Adapun variabel indeks K yang diterapkan pada periode ini berada di angka 92,87 persen dengan biaya operasional tidak langsung (BOTL) sebesar 0,48 persen.

Vera menambahkan, proses kalkulasi sempat menghadapi kendala karena beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan transaksi penjualan sepanjang pekan lalu. Untuk mengatasi kekosongan data tersebut, tim mengaktifkan mekanisme mitigasi sesuai Pasal 16 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, yaitu menggunakan skema harga rata-rata tim. Jika formula tersebut mendapati validasi kedua, acuan langsung dialihkan pada harga rata-rata milik Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Dari validasi pasar tersebut, disepakati harga internal rata-rata untuk komoditas CPO berada di angka Rp 15.206,00 per kilogram dan harga kernel Rp 12.551,62 per kilogram, ditambah nilai cangkang sebesar Rp 26,09 per kilogram. Sementara itu, sebagai pembanding, harga rata-rata di level KPBN tercatat sebesar Rp 15.281,00 per kilogram untuk CPO dan Rp 12.475,00 per kilogram untuk kernel.

Secara rinci, hasil ketetapan harga TBS swadaya Riau per kilogram berdasarkan usia tanam untuk satu minggu ke depan adalah:

Tanaman umur 3 tahun sebesar Rp 2.856,94

Tanaman umur 4 tahun sebesar Rp 3.189,70

Tanaman umur 5 tahun sebesar Rp 3.426,64

Tanaman umur 6 tahun sebesar Rp 3.559,74

Tanaman umur 7 tahun sebesar Rp 3.639,61

Tanaman umur 8 tahun sebesar Rp 3.684,06

Tanaman umur 10 hingga 20 tahun sebesar Rp 3.656,22

Tanaman umur 21 tahun sebesar Rp 3.593,10

Tanaman umur 22 tahun sebesar Rp 3.520,83

Tanaman umur 23 tahun sebesar Rp 3.438,68

Tanaman umur 24 tahun sebesar Rp 3.376,54

Tanaman umur 25 tahun sebesar Rp 3.325,46

Tanaman umur 26 tahun sebesar Rp 3.307,10

Tanaman umur 27 tahun sebesar Rp 3.278,61

Tanaman umur 28 tahun sebesar Rp 3.224,70

Tanaman umur 29 tahun sebesar Rp 3.185,16

Tanaman umur 30 tahun sebesar Rp 3.094,77. (Bil)