RIAUIN.COM - Akselerasi penyerapan anggaran belanja pemerintah menjadi motor utama penggerak roda perekonomian di ibu kota Provinsi Riau pada awal tahun ini. Stimulus dari sektor publik tersebut memicu lonjakan aktivitas ekonomi daerah hingga mampu mencatatkan performa positif di tengah upaya penguatan daya beli masyarakat.
Merujuk pada laporan mutakhir Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru yang dikeluarkan awal Juni 2026, struktur pertumbuhan ekonomi wilayah ini ditopang kuat oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melesat hingga 20,69 persen secara tahunan (year on year). Angka ini menjadi persentase kenaikan tertinggi di antara seluruh indikator pembentuk produk domestik regional bruto lainnya pada triwulan I-2026.
Selain belanja publik, geliat penanaman modal di daerah turut memperlihatkan tren penguatan. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto yang merepresentasikan sektor investasi di Riau terpantau tumbuh sebesar 8,55 persen. Indikator ini sekaligus mengonfirmasi pulihnya kepercayaan para pelaku usaha terhadap kepastian iklim investasi lokal.
Daya beli masyarakat di tingkat akar rumput juga tetap terjaga di zona ekspansif. Hal ini tecermin dari realisasi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 5,03 persen, disusul oleh konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga dengan kenaikan 4,13 persen.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menjelaskan bahwa lonjakan signifikan pada pos konsumsi pemerintah merupakan hasil dari percepatan eksekusi program pembangunan sejak awal tahun anggaran. Kebijakan mengalirkan belanja daerah secara cepat dan tepat sasaran sengaja diambil demi memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
Menurut Agung Nugroho, perputaran uang dari proyek fisik daerah dan pengadaan barang jasa pemerintah langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal serta pergerakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Guna menjaga konsistensi momentum pertumbuhan tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mempermudah regulasi bagi investor, mematangkan infrastruktur penunjang, dan memperluas lapangan kerja baru di Riau. (Bil)