RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada waktu sore hari.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Deby C menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Berdasarkan pemantauan visual radar cuaca, wilayah yang berpotensi terdampak cuaca buruk ini meliputi Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.
Sejak pagi hari, hujan ringan hingga sedang sebenarnya sudah mulai mengguyur sebagian wilayah pesisir seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kota Dumai. Memasuki malam hingga dini hari, konsentrasi guyuran hujan diprediksi akan bergeser ke wilayah tengah dan selatan Riau, termasuk Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Kondisi atmosfer yang basah ini secara langsung berdampak positif pada penekanan risiko kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan sensor pemantauan satelit hingga Selasa pagi, wilayah Provinsi Riau dinyatakan bersih atau nihil dari titik panas (hotspot). Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di tingkat regional Pulau Sumatera di mana total terdeteksi sebanyak 78 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 47 titik, diikuti Aceh 13 titik, serta Sumatera Utara dan Lampung masing-masing 6 titik.
Meskipun ancaman kebakaran lahan nihil, BMKG meminta masyarakat tetap berhati-hati terhadap dampak turunan dari angin kencang dan hujan lebat, seperti pohon tumbang atau genangan air di kawasan perkotaan. Suhu udara di wilayah Riau secara umum berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, mencapai 55 hingga 100 persen. Angin berembus dari arah tenggara menuju barat dengan kecepatan yang dapat mencapai 36 kilometer per jam.
Sementara itu, situasi di sektor perairan dilaporkan masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang laut di sekitar perairan Provinsi Riau diprakirakan hanya berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter, yang masuk dalam kategori rendah. (Bil)