RIAUIN.COM - Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau mengubah strategi penagihan pajak dengan menerjunkan tim langsung ke areal operasional perusahaan perkebunan dan industri kelapa sawit. Pola kerja baru ini bertumpu pada tiga satuan tugas khusus yang akan memeriksa potensi pajak air permukaan hingga penggunaan alat berat di lapangan.
Rencana taktis tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Gubernur Riau, Senin (8/6/2026). Langkah jemput bola ini diambil untuk mengejar ketertinggalan target penerimaan daerah dari sektor komoditas andalan Riau.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Riau Ninno Wastikasari menjelaskan, struktur tiga satuan tugas (satgas) saat ini sedang memasuki tahap finalisasi regulasi. Tiga kelompok kerja tersebut dibagi berdasarkan objek pajak spesifik, yakni bidang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB); bidang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Air Permukaan (PAP); serta bidang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Pada tahap awal, pergerakan tim akan diprioritaskan pada satgas bidang dua yang membidangi bahan bakar dan air permukaan. Sejumlah perusahaan kelapa sawit berskala besar telah dipetakan untuk menjadi target pemeriksaan perdana dalam waktu dekat.
Menurut Ninno, seluruh temuan riil di lapangan nantinya akan langsung dipaparkan secara berkala sebagai bahan evaluasi. Pihaknya kini tengah menyusun linimasa pergerakan personel serta ruang komunikasi digital untuk mempercepat koordinasi tim saat berada di area perkebunan.
Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Helmi menegaskan bahwa seluruh target lokasi, jadwal, hingga komposisi personel harus sudah tuntas dalam pekan ini melalui Surat Keputusan resmi. Kejelasan petunjuk teknis dinilai krusial agar penegakan aturan di wilayah operasional perusahaan tidak menyalahi prosedur.
Pemerintah Provinsi Riau berharap pengawasan ketat dengan sistem pemeriksaan langsung ini mampu memberikan dampak instan pada penguatan postur anggaran daerah. Mengingat industri kelapa sawit memiliki perputaran ekonomi terbesar di Riau, optimalisasi dari sektor turunannya dianggap sebagai solusi paling rasional untuk mendongkrak pendapatan fiskal daerah saat ini. (Bil)