Krisis Air Hambat Pemadaman Kebakaran Lahan di Riau, Pasukan Jambi Dikerahkan


Sabtu, 06 Juni 2026 - 09:44:41 WIB
Krisis Air Hambat Pemadaman Kebakaran Lahan di Riau, Pasukan Jambi Dikerahkan

RIAUIN.COM - Krisis sumber air dan embusan angin kencang memperumit upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan pesisir Provinsi Riau. Guna mencegah kobaran api terus meluas di Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan terpaksa mendatangkan bantuan personel Manggala Agni dari luar provinsi.

Hingga Sabtu (6/6/2026) pagi, penanganan di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Rokan Hilir, menjadi salah satu titik paling krusial. Petugas di lapangan kesulitan melokalisasi kepala api akibat mengeringnya cadangan air di sekitar lokasi kebakaran.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, ketiadaan pasokan air membuat suplai ke selang penyemprotan terputus. Kondisi tersebut memaksa petugas menggeser strategi dari penyiraman langsung ke penyekatan jalur api secara manual.

Untuk memperkuat fisik tim yang mulai kelelahan, pasukan tambahan dari Manggala Agni Daops Pekanbaru sudah tiba di lokasi sejak Jumat sore dan langsung diterjunkan ke garis depan pada Sabtu pagi. Sementara itu, titik kebakaran lain di Rokan Hilir, tepatnya di Rantau Bais, kini sudah memasuki tahap pendinginan (mopping up) oleh Daops Dumai untuk memastikan bara di dalam lapisan tanah gambut benar-benar mati.

Tantangan berbeda dihadapi petugas di kawasan Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Embusan angin laut yang kencang memicu eskalasi api secara agresif dan menghasilkan kepulan asap pekat yang membatasi jarak pandang tim pemadam.

Antisipasi lonjakan kebakaran di Rupat dilakukan dengan mendatangkan tim Manggala Agni dari Kota Jambi dan Muara Tebo. Pasukan lintas provinsi ini telah mendirikan posko darurat dan siap melakukan pemadaman total bersama dua tim Daops Siak yang sudah berada di lokasi lebih awal.

Upaya memutus perambatan api di lahan gambut Rupat dikombinasikan melalui jalur darat dan udara. Selain mengandalkan satu unit helikopter bom air (water bombing), petugas di lapangan juga mengoperasikan satu unit ekskavator untuk menggali embung darurat dan membuat sekat bakar agar api tidak melompat ke perkebunan warga.

Operasi bersama di wilayah pesisir ini turut melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta tim pemadam swasta dari PT SRL dan Priatama. (Bil)