Puluhan Aparatur Desa di Bengkalis Jalani Tes Urine Dadakan


Jumat, 05 Juni 2026 - 17:48:29 WIB
Puluhan Aparatur Desa di Bengkalis Jalani Tes Urine Dadakan

RIAUIN.COM - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Bengkalis memperketat pengawasan internal birokrasi di tingkat desa guna memastikan lingkungan kerja pemerintahan bersih dari peredaran gelap narkotika. Langkah ini diawali dengan menggelar pemeriksaan urine secara mendadak terhadap puluhan aparatur pemerintahan di dua desa di Kecamatan Bengkalis.

Operasi senyap yang berlangsung di Kantor Desa Pangkalan Batang Barat dan Desa Pangkalan Batang ini dipimpin langsung oleh Kepala Satresnarkoba Polres Bengkalis AKP Tidar Laksono bersama Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi, dengan pengawalan ketat dari Seksi Profesi dan Pengamanan.

AKP Tidar Laksono mengungkapkan bahwa institusinya sengaja menyasar lini terkecil pemerintahan sebagai langkah deteksi dini sekaligus edukasi nyata di tengah masyarakat. Pemeriksaan ini juga menjadi tolok ukur integritas para pelayan publik dalam mendukung gerakan pembersihan wilayah dari pengaruh obat-obatan terlarang.

Menurut Tidar, aparatur desa harus menjadi contoh terdepan bagi warga dalam memerangi narkoba. Pemeriksaan ini akan terus menyasar instansi dan lembaga pemerintahan lainnya di Kabupaten Bengkalis secara berkala demi memutus mata rantai penyalahgunaan zat adiktif.

Secara teknis, tim medis kepolisian mengambil sampel dari 18 pamong dan staf di Desa Pangkalan Batang Barat. Sementara di Desa Pangkalan Batang, petugas memeriksa urine milik 11 perangkat desa.

Berdasarkan pengujian laboratorium lapangan terhadap total 29 sampel urine yang dikumpulkan, petugas tidak menemukan adanya kandungan metamfetamin maupun amfetamin. Seluruh aparatur desa yang diperiksa dinyatakan negatif dari indikasi penggunaan narkotika jenis sabu atau ekstasi.

Rangkaian pemeriksaan yang berlangsung selama dua jam sejak pagi hari tersebut berjalan tertib tanpa penolakan dari pihak desa. Otoritas kepolisian memastikan komitmen aparat desa ini akan terus dipantau agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dan bersih dari pengaruh narkoba. (Bil)