Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026


Jumat, 05 Juni 2026 - 12:19:26 WIB
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026

RIAUIN.COM - Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mulai berhasil mengubah citra wilayahnya yang selama ini lebih dikenal sebagai kota persinggahan atau transit. Berdasarkan data terbaru, ratusan ribu wisatawan kini menjadikan ibu kota Provinsi Riau tersebut sebagai tujuan utama untuk berlibur dan menghabiskan waktu akhir pekan sepanjang awal tahun ini.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru melaporkan, total kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut menembus angka 836.827 orang selama periode Januari hingga April 2026. Arus kedatangan ini didominasi oleh wisatawan nusantara yang mencapai 836.593 orang, sementara pergerakan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 234 orang.

Peningkatan arus kunjungan ini didorong oleh pergeseran tren masyarakat yang kini mulai melirik potensi liburan di dalam kota tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah. Transformasi Pekanbaru menjadi magnet wisata baru didukung oleh keberadaan ragam destinasi terpadu yang menawarkan konsep wisata alam, keluarga, sejarah, hingga religi.

Untuk kategori wisata alam dan rekreasi keluarga, lokasi seperti Agrowisata Rumbai, Danau Wisata Bandar Khayangan, Taman Wisata Alam Mayang, Asia Heritage, serta D'Keboen Park menjadi tempat yang paling banyak diminati. Sementara bagi pencinta wisata sejarah, kawasan cagar budaya Kampung Bandar Senapelan, Rumah Singgah Tuan Kadi, dan Museum Sang Nila Utama tetap menjadi pusat edukasi masa lalu kota yang diminati pengunjung. Tak ketinggalan, sektor wisata religi seperti Masjid Agung An-Nur dan Masjid Raya Senapelan juga terus menyedot perhatian karena keindahan arsitekturnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru Akmal Khairi menjelaskan bahwa pergerakan pelancong ini berfluktuasi setiap bulannya. Pada Januari 2026, tercatat ada 242.859 kunjungan wisatawan nusantara dan 74 wisatawan mancanegara. Memasuki Februari 2026, angka kunjungan domestik berada di posisi 196.324 orang dan wisatawan asing sebanyak 100 orang.

Akmal Khairi menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga tren positif ini agar pertumbuhan ekonomi kreatif di Pekanbaru tetap stabil. Strategi yang dijalankan meliputi penyelenggaraan agenda kegiatan secara berkala, pemeliharaan situs-situs cagar budaya, serta penyediaan fasilitas pusat kuliner dan suvenir khas yang dikelola oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui integrasi berbagai destinasi yang mudah dijangkau tersebut, Pekanbaru kini secara perlahan memantapkan posisinya sebagai kota tujuan wisata urban yang mandiri di Sumatra. (Bil)