RIAUIN.COM - Lonjakan titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mulai mengancam wilayah Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru memantau adanya 24 titik panas yang tersebar di enam kabupaten di Riau, dari total 145 titik panas yang mengepung daratan Sumatera pada Jumat (5/6/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Alfa Nataris mengungkapkan bahwa Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan penyumbang titik panas terbanyak, yakni sembilan titik. Disusul kemudian oleh Kuantan Singingi sebanyak lima titik, Rokan Hilir empat titik, Indragiri Hulu tiga titik, Kampar dua titik, serta Pelalawan satu titik. Munculnya puluhan titik panas ini seiring dengan kondisi cuaca Riau yang didominasi cerah berawan dari siang hingga sore hari.
Meskipun paparan terik matahari memicu kemunculan titik panas di sejumlah wilayah, BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi secara sporadis. Guyuran hujan diprediksi baru akan membasahi sebagian wilayah Riau pada malam hingga dini hari, khususnya untuk kawasan Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai.
Untuk aktivitas di laut, masyarakat dan nelayan diminta waspada saat melintasi Perairan Rokan Hilir serta jalur laut Dumai-Bengkalis. Pasalnya, tinggi gelombang di wilayah perairan tersebut berpeluang naik ke kategori sedang dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, meskipun secara umum gelombang di perairan Riau lainnya masih berada di kategori rendah.
Adapun rata-rata suhu udara di Riau pada hari ini diperkirakan bergerak di angka 23 sampai 34 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berada di kisaran 55 hingga 100 persen dengan embusan angin dari tenggara ke barat berkecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. (Bil)