Catatan: Yaty Sulaiman dan Muhamad Saufi Che Rusuli

Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan


Kamis, 04 Juni 2026 - 10:40:00 WIB
Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan

Gambar ilustrasi - AI

DUNIA pendidikan di seluruh dunia kini berubah seiring perkembangan teknologi digital. Sistem pendidikan hibrida dan pembelajaran daring menjadi pilihan utama saat ini dibandingkan pembelajaran bersifat tradisional, yaitu secara tatap muka di ruang-ruang kuliah. Hal ini bermula dari pandemi COVID-19 yang memaksa banyak universitas menyesuaikan metode pengajaran dan pembelajaran secara digital. Pendidikan hibrida berarti metode pembelajaran dan pengajaran yang menggabungkan antara secara tatap muka dan juga secara daring. Metode ini memungkinkan mahasiswa mengikuti kuliah di kampus dan juga melalui platform digital seperti Webex, Google Meet, Zoom, Microsoft Teams, dan sebagainya. Situasi ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan teknologi digital dalam sistem pendidikan sekarang.

Pembelajaran daring telah memberi banyak manfaat kepada mahasiswa universitas, misalnya waktu dan lokasi pembelajaran yang lebih fleksibel di mana para mahasiswa tidak perlu berada di dalam ruang kuliah sepanjang waktu. Mereka dapat mengakses catatan, rekaman kuliah, dan bahan pembelajaran lainnya kapan saja dan di mana saja. Hal ini secara tidak langsung membantu para mahasiswa mengatur waktu dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang bekerja paruh waktu atau tinggal jauh dari kampus.

Revolusi Industri 4.0 dan Kecerdasan Buatan (AI)

Di era Revolusi Industri 4.0 dan kecerdasan buatan (AI), penguasaan teknologi menjadi suatu kebutuhan penting dalam dunia pekerjaan. Oleh karena itu, pendidikan hibrida ini secara langsung dapat membantu meningkatkan keterampilan digital pada mahasiswa. Dengan adanya pembelajaran daring, mereka didedahkan pada penggunaan berbagai aplikasi digital, sistem pengelolaan pembelajaran, dan komunikasi virtual yang dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan teknologi. Pembelajaran daring ini juga turut memberi peluang pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat. Mereka yang tinggal di pedesaan atau yang berhadapan dengan masalah keuangan, kini memiliki akses yang lebih mudah ke pendidikan tinggi. Sebagian besar universitas juga menawarkan kursus daring sepenuhnya yang memungkinkan individu bekerja sambil melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.

Tantangan Pendidikan Hibrida dan Pembelajaran Daring

Pendidikan hibrida dan pembelajaran daring bagaimanapun juga berhadapan dengan berbagai tantangan. Pertama, kesenjangan digital pada mahasiswa itu sendiri. Ini karena tidak semua mahasiswa memiliki akses internet yang stabil, laptop, atau perangkat digital yang memadai. Bagi mahasiswa yang tinggal di kawasan pedesaan, akses internet yang tidak stabil dapat mempengaruhi proses pembelajaran yang akhirnya menyebabkan mereka tertinggal dalam pelajaran. Kedua, pembelajaran daring juga dapat mempengaruhi fokus dan motivasi mahasiswa. Suasana belajar di rumah sering kali dipenuhi gangguan seperti kebisingan, tanggung jawab terhadap keluarga, dan berbagai faktor lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa daring memerlukan tingkat disiplin diri yang tinggi untuk memastikan mereka tetap fokus terhadap pelajaran karena tanpa disiplin diri dan pengawasan yang baik, mereka akan menjadi pasif dan kurang terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang sedang berjalan.

Ketiga, kurangnya interaksi sosial antara mahasiswa dan dosen. Secara realitas, kehidupan kampus sebenarnya memainkan peran penting dalam pembangunan kepribadian, efektivitas komunikasi, dan keterampilan sosial mahasiswa. Melalui kegiatan yang ada di universitas, mereka belajar secara berkelompok, menyelesaikan konflik secara bersama, dan selanjutnya membangun jaringan persahabatan. Namun, dengan adanya pembelajaran daring, interaksi tersebut menjadi semakin terbatas, yang akhirnya menyebabkan mahasiswa merasa sunyi, terasing, dan kurang semangat untuk belajar.

Terakhir, tidak semua dosen siap sepenuhnya untuk mengelola pembelajaran digital. Ada yang masih kurang mahir menggunakan teknologi atau berhadapan dengan kesulitan menyediakan bahan pengajaran yang sesuai untuk pembelajaran daring. Untuk itu, pelatihan dan dukungan berkelanjutan perlu diberikan supaya setiap dosen mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sistem pendidikan digital.

Keberlanjutan Pembelajaran Digital

Agar pendidikan hibrida dapat berjalan dengan lebih efektif, berbagai langkah perlu diambil oleh pihak universitas dan pemerintah. Antaranya, infrastruktur internet perlu ditingkatkan terutama di kawasan pedalaman agar semua mahasiswa mendapat kesempatan pendidikan yang sama rata. Bantuan perangkat digital dan kuota internet perlu diberikan kepada mahasiswa dari golongan kurang mampu. Selanjutnya, universitas juga perlu menyediakan sistem pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk mencegah mahasiswa merasa bosan. Penggunaan video kreatif, diskusi virtual, kuis interaktif, dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dapat membantu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan. Pada saat yang sama, aspek kesehatan mental mahasiswa juga perlu mendapat perhatian yang lebih serius karena pembelajaran daring dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan tekanan emosi dan kelelahan digital.

Kesimpulan

Pendidikan hibrida dan pembelajaran daring merupakan norma baru yang semakin mendapat tempat di universitas. Selain menawarkan berbagai kelebihan dari segi fleksibilitas dan akses pendidikan, terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan efektivitasnya. Semua pihak termasuk pemerintah, universitas, dosen, dan mahasiswa perlu bekerja sama untuk mewujudkan sistem pendidikan digital yang lebih efektif, inklusif, dan seimbang demi melahirkan lulusan yang holistik dan mampu bersaing di tingkat global.***


Prof. Madya Dr. Yaty Sulaiman dan Prof. Madya Ts. Dr. Muhamad Saufi Che Rusuli merupakan dosen di Pusat Pengajian Pengurusan Perniagaan,Universiti Utara Malaysia (UUM), Malaysia. Artikel ini merupakan pemahaman dan ideologi kedua penulis dalam bidang pengurusan.