RIAUIN.COM - Lonjakan titik panas melanda Provinsi Riau di tengah bayang-bayang potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi 35 titik panas yang tersebar di tujuh wilayah kabupaten dan kota, dengan sebaran paling masif berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang mencapai 24 titik.
Meskipun titik panas meningkat signifikan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih mengintai sebagian besar wilayah Riau sepanjang hari ini. Fenomena anomali ini membuat tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah tetap tinggi meski di sisi lain wilayah sekitarnya diguyur hujan.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Yudhistira M menjelaskan bahwa pantauan citra radar menunjukkan cuaca fluktuatif sejak pagi hari. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dilaporkan telah membasahi kawasan Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, hingga Kota Pekanbaru.
Kondisi cuaca diprediksi beralih menjadi cerah berawan pada siang hari. Namun, memasuki sore hingga malam hari, pertumbuhan awan hujan kembali terjadi di wilayah Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi, serta beberapa kabupaten lainnya. Pada dini hari, wilayah pesisir seperti Dumai dan Rokan Hilir juga berpotensi kembali diguyur hujan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan petir yang diperkirakan terjadi pada pagi, malam, dan dini hari di Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Dumai, dan Rokan Hilir. Suhu udara di Riau saat ini berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen, disertai pergerakan angin dari tenggara ke barat berkecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Riau masih terpantau aman pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.
Di tingkat regional, total titik panas di Pulau Sumatera melonjak tajam hingga mencapai 647 titik. Aceh menjadi wilayah dengan konsentrasi terbanyak yaitu 174 titik, disusul Sumatera Selatan dengan 166 titik, dan Bangka Belitung 106 titik. Riau menempati posisi kelima dengan 35 titik, di mana selain Rokan Hilir, titik panas juga terdeteksi di Rokan Hulu (3 titik), Pelalawan (3 titik), Bengkalis (2 titik), serta masing-masing satu titik di Indragiri Hulu, Siak, dan Dumai.
Melihat tingginya sebaran titik panas di tengah kondisi atmosfer yang tidak menentu ini, Yudhistira M mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk memperketat pengawasan lingkungan. Warga diingatkan dengan keras untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan yang lebih luas. (Bil)