RIAUIN.COM - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, memperluas jangkauan infrastruktur digital di sejumlah kawasan strategis menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-44 tingkat provinsi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan komunikasi ribuan kafilah dan memfasilitasi transaksi digital para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di lokasi acara.
Akses internet nirkabel gratis bernama Smart WiFi tersebut diproyeksikan menyasar pusat-pusat keramaian massal. Selain berpusat di arena utama perlombaan, titik pemancar juga disebar di kawasan pelayanan medis hingga pusat perputaran ekonomi lokal, seperti Taman Jalur, Limuno, Taman Benai, dan area rumah sakit daerah.
Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kuantan Singingi Hevi mengonfirmasi bahwa penyediaan posko digital ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby. Menurut dia, seluruh organisasi perangkat daerah diwajibkan mengintegrasikan program kerja mereka demi mendukung kenyamanan para tamu yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Riau.
Layanan digital gratis ini diharapkan tidak hanya mempermudah koordinasi arus informasi selama acara keagamaan berlangsung. Lebih dari itu, fasilitas ini disiapkan agar para pedagang kecil di sekitar lokasi dapat memanfaatkan metode pembayaran non-tunai berbasis digital secara lancar selama Kota Jalur dipadati pendatang.
Hingga Jumat (29/5/2026), proses instalasi dan pemetaan jaringan di lapangan dilaporkan terus berjalan. Kepala Bidang Informatika Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kuantan Singingi Reno Sungkar menjelaskan, pematangan teknis difokuskan pada penguatan kapasitas pita lebar (bandwidth) agar koneksi tetap stabil saat terjadi lonjakan pengguna.
Melalui uji coba berkala ini, pemerintah daerah berkomitmen mentransformasikan ajang tahunan tersebut menjadi ruang publik yang ramah teknologi modern. Sinergi ini memperkuat target wilayah tersebut untuk menyelenggarakan kompetisi yang tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan digital masyarakat modern. (Bil)