RIAUIN.COM - Kabupaten Kampar, Riau, mencatatkan kontribusi signifikan dalam peta syiar keagamaan tingkat nasional. Melalui pengumpulan hewan kurban di Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang, wilayah ini menembus peringkat keempat secara nasional dalam jumlah pemotongan hewan kurban berdasarkan data pemeringkatan Muhammadiyah.
Dengan total 57 ekor hewan kurban yang terhimpun pada Idul Adha tahun ini, rumah ibadah utama di Kampar tersebut berada di jajaran atas bersama masjid-masjid besar lain di Indonesia. Capaian ini bahkan melampaui jumlah hewan kurban di Masjid Syeikh Zayed Solo, Jawa Tengah, yang mencatat 50 ekor di peringkat kelima.
Merujuk pada data yang sama, posisi puncak ditempati oleh Masjid Al Jihad Banjarmasin di Kalimantan Selatan dengan total 100 ekor hewan kurban. Peringkat kedua dihuni oleh Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang menghimpun 72 ekor, sementara Masjid Istiqlal Jakarta Pusat menempati urutan ketiga dengan selisih tipis dari Kampar, yakni sebanyak 59 ekor.
Pemerintah Kabupaten Kampar menilai pencapaian ini sebagai cerminan langsung dari penguatan kapasitas ekonomi sekaligus tingginya solidaritas sosial warga. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kampar Jalal Sayuti, yang menyampaikan pesan dari Bupati Kampar Ahmad Yuzar, menyatakan bahwa dinamika ini memperlihatkan gerak kolektif yang kuat dari berbagai elemen daerah.
Menurut Jalal Sayuti, puluhan hewan kurban yang terkumpul tersebut berasal dari sumbangan lintas sektor, mulai dari warga lokal, jajaran organisasi perangkat daerah, sektor swasta, hingga para donatur perorangan. Seluruh laporan pengelolaan dan distribusi daging kurban ini juga dipantau langsung oleh kepala daerah untuk memastikan transparansi.
Selain menjadi indikator meningkatnya kepatuhan ibadah masyarakat, capaian yang mendapat perhatian dari pengurus pusat Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pembagian daging yang lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan. (Adv)