Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial


Rabu, 27 Mei 2026 - 20:38:18 WIB
Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

Pimpinan Universitas Pertamina bersama Presiden  Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari dan Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M.Erry Sugiharto dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026). | Foto : hms

RIAUIN.COM- Dinamika geopolitik global saat ini memicu ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional. Di tengah ketergantungan pada energi fosil yang masih mencapai 85,36 persen dan keterbatasan produksi domestik, setiap gejolak global memaksa Indonesia melakukan diversifikasi impor demi mengamankan kedaulatan energi nasional. Realitas ini menjadikan agenda transisi menuju bauran energi berkelanjutan sebagai tantangan strategis yang kompleks bagi masa depan industri nasional.

"Transformasi bauran energi menuju energi bersih dan rendah karbon tidak cukup jika hanya dijawab oleh kecanggihan teknologi. Diperlukan kombinasi keahlian yang kuat antara lulusan teknik dan lulusan sosial," tegas Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) sekaligus perwakilan Dewan Pembina Pertamina Foundation, Erry Sugiharto, dalam Sidang Terbuka Wisuda XIV Universitas Pertamina di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (25/5/2026).

Pjs Rektor Universitas Pertamina Prof Dr techn. Djoko Triyono memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026).

Erry menambahkan, bauran energi masa depan menuntut kesiapan dari berbagai disiplin ilmu secara simultan. "Lulusan teknik berfokus pada inovasi dekarbonisasi dan sistem energi masa depan, sementara lulusan sosial berperan penting dalam menyusun kebijakan yang adil, membangun narasi publik, serta memastikan transisi energi dapat diterima masyarakat. Tanpa kolaborasi multidisiplin, transformasi energi tidak akan berjalan optimal," ujarnya.

Kebutuhan akan kolaborasi multidisiplin ini semakin mendesak seiring proyeksi Future of Jobs dari World Economic Forum (WEF) yang memperkirakan terciptanya 8 juta lapangan kerja baru hingga 2030. Namun, peluang tersebut masih dihadapkan pada kesenjangan kompetensi talenta muda. Riset LinkedIn mengungkapkan bahwa hanya satu dari 20 Gen Z secara global yang memiliki green skills sesuai kebutuhan industri.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan SE MA, menegaskan bahwa perguruan tinggi dituntut melahirkan lulusan yang adaptif di tengah perubahan industri yang berlangsung sangat cepat.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M.Erry Sugiharto memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026).

"Kemampuan menyesuaikan diri, bekerja sama, serta berpikir kritis menjadi kunci utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika industri. Para lulusan Universitas Pertamina telah dibekali pengalaman, teknologi, sertifikasi, riset, dan kolaborasi industri sebagai modal berharga untuk memasuki dunia profesional," ujar Henri.

Dia menambahkan, bekal tersebut harus mampu mendorong para lulusan menjadi pionir keberlanjutan yang mendukung target net zero emission.

Menanggapi tantangan tersebut, Pjs Rektor Universitas Pertamina, Djoko Triyono MSi, menyampaikan bahwa Universitas Pertamina (UPER) secara strategis menyiapkan talenta siap kerja melalui kurikulum berbasis teknologi digital, transisi energi, dan dekarbonisasi yang dikembangkan bersama Pertamina Group.

Pada wisuda ke-14 ini, UPER melepas 223 wisudawan dengan capaian akademik yang membanggakan. Sebanyak 46,64 persen lulusan meraih predikat Sangat Memuaskan, sementara 33,18 persen memperoleh predikat Pujian (cum laude). Profil lulusan multitalenta atau The Renaissance Figure menjadi wujud komitmen UPER dalam menjembatani kesenjangan green skills global melalui falsafah Sarjana Sujana.

"Predikat 'Sarjana' menandai penguasaan sains dan teknologi, namun gelar akademik ini hanyalah sebuah awal. Falsafah 'Sujana' melengkapinya dengan kompas moral agar ilmu yang dimiliki para lulusan, dengan kombinasi keahlian adaptif lintas disiplin, dapat menjadi jembatan kebaikan yang tulus dan inklusif bagi masyarakat," tutur Djoko Triyono. -rls