Polsek Bukit Batu Periksa Sembilan Anak Terkait Pembakaran Rumah di Bengkalis


Rabu, 27 Mei 2026 - 18:05:57 WIB
Polsek Bukit Batu Periksa Sembilan Anak Terkait Pembakaran Rumah di Bengkalis

RIAUIN.COM - Aparat Kepolisian Sektor Bukit Batu mengamankan sembilan anak di bawah umur yang diduga kuat terlibat dalam rentetan aksi pembakaran rumah di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Langkah hukum ini diambil menyusul insiden kebakaran terbaru yang menewaskan seorang warga lanjut usia dan melukai satu orang lainnya.

Kapolsek Bukit Batu Kompol Al Imran mengonfirmasi bahwa kesembilan terduga pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Bukit Batu untuk pengembangan kasus. Mengingat para terduga pelaku masih berusia di bawah umur, polisi juga mengimbau para orangtua di wilayah tersebut untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan kriminal yang membahayakan nyawa publik.

Penyelidikan ini merupakan respons atas peristiwa tragis yang menimpa kediaman Abdullah (84) di Jalan Kampung Baru pada Rabu (27/5/2026) dini hari. Dalam musibah tersebut, istri Abdullah yang bernama Sakinah (74) meninggal dunia akibat luka bakar serius setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Sungai Pakning. Sementara itu, Abdullah kini berada dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Siak.

Aksi pembakaran ini memicu keresahan mendalam bagi masyarakat setempat karena menjadi kasus kelima yang terjadi di Desa Batang Duku dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Berulangnya insiden dengan pola serupa memunculkan dugaan kuat di tengah warga bahwa ada unsur kesengajaan yang menyasar rumah-rumah sepi atau minim pengawasan.

Penjabat Kepala Desa Batang Duku Jamal Alias mengungkapkan, pihak pemerintah desa sebenarnya sudah menerima laporan indikasi kebakaran sejak Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB sebelum api akhirnya membesar dan meluluhlantakkan bangunan. Menurut Jamal, warga kini diselimuti ketakutan untuk meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong. Pihak desa mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas motif di balik teror ini dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku guna mengembalikan rasa aman di masyarakat. (*)